Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa SMK Ma’arif Nu 1 Purbolinggo Della Rosita; Anita Oktaviana; Diah Ayu Setianingsih
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 5 (2023): December
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10258501

Abstract

This research aims to determine the role of guidance and counseling teachers in forming the disciplined character of students at SMK Ma'arif Nu 1 Purbolinggo. This research uses a descriptive qualitative approach. Researchers used data collection methods in the form of interviews and documentation of determining informants in this study using purposive sampling techniques. The informants in this research were student representatives, homeroom teachers, guidance and counseling teachers and one student in class Guidance and counseling teachers collaborate with student representatives, homeroom teachers, and parents to solve problems of students who lack discipline. Students who lack discipline are given individual counseling services and guidance and counseling teachers also make visits to students' homes to find out the factors causing the students' lack of discipline and discuss student problems at school with the students' parents.
The Role of Parents in Supporting Early Childhood Learning Activities: Peran Orangtua dalam Mendampingi Kegiatan Belajar Anak Usia Dini Muhimatun Hasanah; Sefriyanti; Anita Oktaviana
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v14i1.21986

Abstract

Early childhood children generally spend more time playing than studying. This will certainly impact children's learning activities. The purpose of this study is to describe the role of parents in accompanying early childhood learning activities. This type of research is field research using a descriptive qualitative approach. Data in this study were obtained through observation, interviews, and documentation. In analyzing the data, the researcher used three stages: reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of this study, parents play a very important role in supporting early childhood learning activities, including instilling habits in everyday life, such as teaching children to respect others. Furthermore, supporting and inhibiting factors for parents when accompanying children include: implementing the learning provided by teachers at school, and parents' lack of patience when accompanying children in learning activities at home.
Pengaruh Program Pembatasan Penggunaan Gadget terhadap Executive Function Anak Usia 5-6 Tahun Lilia Nurramadani; Indri Dewi Saputri; Anita Oktaviana
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29898

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini yang semakin meningkat berpotensi memengaruhi perkembangan executive function, terutama pada aspek working memory, inhibitory control, dan cognitive flexibility. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pembatasan penggunaan gadget terhadap executive function anak usia 5–6 tahun di PAUD Al-Ansor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental melalui pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 17 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mengukur tiga aspek executive function, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan executive function anak meningkat dari 49% pada saat pretest dengan kategori Mulai Berkembang (MB) menjadi 85% pada saat posttest dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga terjadi peningkatan sebesar 36%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa program pembatasan penggunaan gadget berpengaruh positif dan signifikan terhadap executive function anak usia 5–6 tahun. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam mengingat dan melaksanakan instruksi, mengendalikan perilaku dan emosi, serta menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi dan aturan. Dengan demikian, program pembatasan penggunaan gadget yang diimbangi dengan aktivitas bermain aktif, membaca buku cerita, interaksi sosial, dan pemecahan masalah dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan executive function pada anak usia dini