Kesulitan dalam kemampuan motorik halus merupakan salah satu bentuk ketidakmampuan atau keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Kemampuan motorik halus merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia karena berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, kebutuhan, serta kemampuan dalam proses pembelajaran. Hambatan dalam kemampuan motorik halus dapat membuat anak merasa frustrasi, minder, dan kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Perkembangan anak usia dini dapat distimulasi dengan berbagai cara, salah satunya melalui aktivitas bermain bubur kertas. Aktivitas bermain bubur kertas dapat dikembangkan sejak dini karena pada masa ini anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta antusiasme yang kuat terhadap berbagai hal di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain eksperimen subjek tunggal (single subject research) berpola A-B-A. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap baseline (A) diperoleh skor dengan kriteria MB (Mulai Berkembang). Pada tahap intervensi (B) diperoleh skor dengan kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik) dalam kegiatan membuat media bubur kertas. Tahap terakhir, yaitu baseline-2 (A2), memperoleh kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Dengan demikian, penggunaan media bubur kertas efektif dan berpengaruh dalam mengatasi kesulitan atau hambatan kemampuan motorik halus.
Copyrights © 2026