Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CAGEUR BAGEUR BENER PINTER SINGER: FILOSOFI PENGASUHAN SUNDA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI RAUDHATUL ATHFAL (RA) Nuraly Masum Aprily; Anggi Maulana Rizqi; Purwati Purwati
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.2

Abstract

Raudhatul athfal (RA) merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sistem pengajaran dengan nilai-nilai ke-Islaman. Nilai-nilai ke-Islaman menjadi karakter bagi peserta didik dengan segala kekhasannya. Nilai-nilai dan budaya dari kearifan lokal suatu daerah tertentu menjadi sebagai salah satu landasan filosofisnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan landasan filosofis yang mendasari pelaksanaan pendidikan karakter dan bagaimana proses pelaksanaan pendidikan karakter di madrasah tersebut. Metode penelitian dengan studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Partisipan penelitian adalah seorang pemuka agama, seorang kepala sekolah dan dua orang guru. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah: 1) landasan filosofis pendidikan karakter di RA yang dituangkan dalam visi dan misi sekolah; 2) proses penyelenggaraan pendidikan karakter di RA melalui empat tahapan yang meliputi: pembiasaan shalat berjamaah, pembiasaan membaca Iqro dan surat-surat pendek dalam al-qur’an, pembiasaan praktek ibadah, dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Raudhatul athfal (RA) is a kind of kindergarten institution in Indonesia which teaching and learning system is based on Islamic values. In RA, Islamic values ​​is instilled into good character for students with all their uniqueness. Even the values ​​and culture of the local wisdom around the RA serve as one of its philosophical foundations. The purpose of this study is to describe the values and culture of local wisdom which is used as a philosophical foundation that underlies the implementation of character education and how the process of implementing character education in the school is. Data were collected through observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis techniques by means of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of this study are: 1) the philosophical foundation of character education in RA Qurratu 'Aini is outlined in the vision and mission of the school; 2) the process of organizing character education in RA through four stages which include: habituation of congregational prayers, habituation of reading iqro and short letters of the Koran, habituation of worship practices, and extracurricular activities.
Educational Values in Surah Al-Jumu’ah Verses 1-4 from the Perspective of Ibn Kathir Anggi Maulana Rizqi; Rifqi Ahmad Fauzi
Al-Lubab : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Keagamaan Islam Vol 9 No 2 (2023): Al-Lubab
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/al-lubab.v9i2.5728

Abstract

This study aims to explore the educational values found in Surah Al-Jumu'ah verses 1-4 according to Ibn Kathir's exegesis. In its background, the study presents Ibn Qayyim al-Jauziyah's view on education as a holistic process that shapes individual character, morality, and spirituality. The research method used is the analysis of Ibn Kathir's exegesis text to explore the educational values of belief, worship, and morality in the surah. The research findings indicate that Surah Al-Jumu'ah contains important messages about the importance of reliance on Allah, obedience to His commandments, acknowledgment of His greatness, understanding of His attributes, the mission of the Prophet Muhammad, purity, obedience to Allah, seeking knowledge, goodness, wisdom, and reliance on Allah. As a recommendation, this study suggests further exploration of the implementation of these educational values in the context of modern society and their integration into formal and informal education systems to cultivate morally upright generations that contribute positively to society. Thus, this research makes a significant contribution to the understanding and practice of relevant Islamic education in contemporary life.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Interaktif pada Materi Asmaul Husna di Kelas V Sekolah Dasar Radika Lesmana; Arini Anindya; Elfa Rahmawati; Nisa Fujianti; Anggi Maulana Rizqi
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2024): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the need for interactive learning media in Asmaul Husna material in class V in Islamic Religious Education (PAI) learning. This study used descriptive qualitative research method. The subjects in this study were one PAI teacher and 31 grade V students at SDN 1 Nagarawangi. The analysis in this study used the analysis of the Miles and Huberman model. The results of this study show that interactive learning media is needed in Asmaul Husna material in class V. So that this study can be concluded that interactive learning media is needed for teachers and students in learning in order to increase the enthusiasm and enthusiasm of learning students. Researchers recommend that further researchers be able to develop interactive learning media based on the needs analysis that has been done.Keyword : Needs Analysis; Interactive Learning Media; Asmaul Husna Material
Pengaruh Permainan Tradisional Boy-Boyan (New Modification) Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Berdasarkan Gender Siti Sarah Nursa'bani; Lutfi Nur; Anggi Maulana Rizqi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8332

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar, khususnya pada koordinasi gerak tubuh anak, yang disebabkan oleh kurangnya alat permainan edukatif dan permainan yang masih monoton, khususnya permainan tradisional di TK Aisyah Tasikmalaya. Teknik yang dilakukan peneliti adalah melalui permainan boy-boyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan boy-boyan terhadap perkembangan motorik kasar, khususnya koordinasi gerak tubuh anak laki-laki dan anak perempuan usia 5–6 tahun. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah 14 orang, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi awal (pra-siklus) pada anak laki-laki untuk kategori berkembang sangat baik (BSB) sebesar 14% mengalami peningkatan menjadi 86% pada siklus II. Sedangkan pada anak perempuan mengalami peningkatan signifikan dari 14% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan melalui permainan boy-boyan dapat mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak laki-laki maupun perempuan di SPS TAAM Syifaurrahman Tasikmalaya.
Penggunaan Media Bubur Kertas Untuk Memfasilitasi Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Di RA Al-Ikhlas Kabupaten Ciamis Rahma Rizkia Aulia Rahman; Sima Mulyadi; Anggi Maulana Rizqi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8525

Abstract

Kesulitan dalam kemampuan motorik halus merupakan salah satu bentuk ketidakmampuan atau keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Kemampuan motorik halus merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia karena berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, kebutuhan, serta kemampuan dalam proses pembelajaran. Hambatan dalam kemampuan motorik halus dapat membuat anak merasa frustrasi, minder, dan kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Perkembangan anak usia dini dapat distimulasi dengan berbagai cara, salah satunya melalui aktivitas bermain bubur kertas. Aktivitas bermain bubur kertas dapat dikembangkan sejak dini karena pada masa ini anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta antusiasme yang kuat terhadap berbagai hal di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain eksperimen subjek tunggal (single subject research) berpola A-B-A. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap baseline (A) diperoleh skor dengan kriteria MB (Mulai Berkembang). Pada tahap intervensi (B) diperoleh skor dengan kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik) dalam kegiatan membuat media bubur kertas. Tahap terakhir, yaitu baseline-2 (A2), memperoleh kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Dengan demikian, penggunaan media bubur kertas efektif dan berpengaruh dalam mengatasi kesulitan atau hambatan kemampuan motorik halus.