Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesejahteraan guru pendidikan anak usia dini (PAUD), khususnya di daerah terpencil, yang berpotensi memengaruhi profesionalisme serta kualitas pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan profesionalisme guru dan dukungan kesejahteraan yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesejahteraan guru, praktik etika profesi, serta implementasi regulasi pendidikan pada guru PAUD di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Objek penelitian meliputi kesejahteraan, profesionalisme, dan implementasi regulasi guru PAUD, sedangkan subjek penelitian terdiri atas guru PAUD dan kepala sekolah di TK Nagari Koto Anau Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan guru masih rendah, dengan kisaran gaji sebesar Rp300.000–Rp500.000 per bulan yang belum mencukupi kebutuhan hidup. Meskipun demikian, guru tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi dan mempertahankan profesionalisme dalam proses pembelajaran. Selain itu, implementasi regulasi pendidikan belum dirasakan secara optimal, terutama bagi guru honorer di daerah terpencil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan profesionalisme dan kesejahteraan guru PAUD sehingga diperlukan kebijakan yang lebih kontekstual dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya di daerah terpencil.
Copyrights © 2026