Sanggar Budaya Anak Nareswari merupakan mitra pengabdian yang bergerak dalam kriya Topeng Malangan. dipusatkan pada pengenalan karakter Topeng Malangan, praktik pembuatan topeng dari desain hingga finishing dan penguatan nilai-nilai budaya Panji–Sekartaji. Akar permasalahan saat ini yaitu sudut pandang masyarakat masih menganggap kaum difabel tidak setara dengan masyarakat pada umumnya dan sering sekali kaum difabel merasa minder, dan sering kali kaum difabel terkena bullying di masyarakat karena hal ini, Dampak dari permasalahan terhadap kegiatan ini yaitu kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap komunitas ini, pandangan masyarkat menggap adanya eksploitasi terhadap kaum difabel, Solusi Program pelatihan pembuatan topeng malangan oleh peserta difabel dimana dibagi penugasan membuat karakter jenis topeng berfokus pada standar difabel adanya pameran Augmented Reality berupa topeng malangan dan sejarahnya, Metode Pelaksanaan program dimulai dari analisis kondisi mitra untuk menyamakan harapan dan mengundang partisipasi. Selanjutnya dilakukan tahapan pelatihan yang mencakup pengenalan karakter Topeng Malangan, desain motif, serta teknik transfer gambar ke kayu, berupa promosi melalui website, pemasaran ekspor, dan penggunaan Quality Control. Setelah itu, dilakukan pendampingan dan evaluasi untuk memonitor kesiapan pasar global, sekaligus menyelenggarakan pameran karya pada aspek teknologi luaran yang telah dicapai yaitu telah membuat SOP Topeng malangan berbasis website dan Augmented Reality topeng malangan berbasis text to speech
Copyrights © 2026