Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENEMUKAN KEMBALI TUJUAN PEMASARAN MELALUI STRATEGIC THINKING DI ERA TEKNOPOLI Aditya Nirwana; Melany
MANAJEMEN DEWANTARA Vol 7 No 3 (2023): MANAJEMEN DEWANTARA
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v7i3.15655

Abstract

The provision of digital marketing training to SMEs (Small and Medium-sized Enterprises) perceived as technologically lagging often simplifies the complexity of marketing. The focus on technology operation sometimes neglects crucial aspects of more substantial marketing. Through literature review, this paper attempts to explore the situation related to the reduction of marketing complexity by technology in the context of the phenomenon and strives to synthesize an idea within the framework of strategic marketing as a way out of the current issues. SMEs, as businesses, face various complex issues that require in-depth understanding, such as financial management, production, human resources, strategic planning, quality assurance, and marketing. However, the solutions offered are often reductive, treating technology as an instant solution. This occurs due to a lack of planning and evaluation in digital marketing. The academic community's community engagement teams sometimes overlook the needs of SMEs and impose technocratic training, merely to fulfill academic obligations. This phenomenon is referred to as a technopoly culture, where technology is perceived as an authority without considering real issues. A reorientation of goals is needed through strategic thinking in digital marketing training to avoid reductionism. This paper proposes the concept of Strategic Thinking to help identify needs, adapt approaches, measure success, and involve relevant stakeholders to create a significant impact on SMEs' development in the digital era.
Pendidikan Teknologi Augmented Reality Berbasis Bisindo untuk Pengenalan Topeng Malangan Bagi Kaum Difabel Bita Parga Zen; Gita Fadila Fitriana; Melany; Bintang Pramudya Putra Prasetya
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i4.13960

Abstract

Sanggar Budaya Anak Nareswari merupakan mitra pengabdian yang bergerak dalam kriya Topeng Malangan. dipusatkan pada pengenalan karakter Topeng Malangan, praktik pembuatan topeng dari desain hingga finishing dan penguatan nilai-nilai budaya Panji–Sekartaji. Akar permasalahan saat ini yaitu sudut pandang masyarakat masih menganggap kaum difabel tidak setara dengan masyarakat pada umumnya dan sering sekali kaum difabel merasa minder, dan sering kali kaum difabel terkena bullying di masyarakat  karena hal ini, Dampak dari permasalahan terhadap kegiatan ini yaitu kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap komunitas ini, pandangan masyarkat menggap adanya eksploitasi terhadap kaum difabel, Solusi Program pelatihan pembuatan topeng malangan oleh peserta difabel dimana dibagi penugasan membuat karakter jenis topeng berfokus pada standar difabel adanya pameran Augmented Reality berupa topeng malangan dan sejarahnya, Metode Pelaksanaan program dimulai dari analisis kondisi mitra untuk menyamakan harapan dan mengundang partisipasi. Selanjutnya dilakukan tahapan pelatihan yang mencakup pengenalan karakter Topeng Malangan, desain motif, serta teknik transfer gambar ke kayu, berupa promosi melalui website, pemasaran ekspor, dan penggunaan Quality Control. Setelah itu, dilakukan pendampingan dan evaluasi untuk memonitor kesiapan pasar global, sekaligus menyelenggarakan pameran karya pada aspek teknologi luaran yang telah dicapai yaitu telah membuat SOP Topeng malangan berbasis website dan Augmented Reality topeng malangan berbasis text to speech