Wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste di Atambua memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun masih dihadapkan pada kerawanan pelintas batas ilegal, penyelundupan, dan kondisi geografis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan operasi pengamanan perbatasan serta merumuskan strategi pengamanan yang tepat di wilayah Atambua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan desain studi kasus; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasi pengamanan dilaksanakan melalui penggelaran pos, patroli wilayah dan patok batas, kegiatan intelijen, koordinasi antarinstansi, kerja sama bilateral dengan Timor Leste, serta pembinaan teritorial, namun belum optimal akibat kendala geografis dan keterbatasan sarana. Penelitian ini menghasilkan Model Strategi Operasi Pengamanan Terintegrasi yang memadukan pendekatan militer, diplomasi pertahanan, hukum dan kebijakan, serta pembinaan teritorial guna memperkuat kedaulatan NKRI di perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Copyrights © 2026