Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal terhadap pengumuman pembentukan Danantara pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Reaksi pasar diukur menggunakan Abnormal Return (AR) dan Trading Volume Activity (TVA). Penelitian ini menggunakan pendekatan event study dengan periode pengamatan tujuh hari sebelum dan tujuh hari sesudah tanggal pengumuman pembentukan Danantara pada 24 Februari 2025. Sampel penelitian terdiri dari 11 perusahaan BUMN yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Abnormal return dianalisis menggunakan One Sample T-test, sedangkan trading volume activity dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumuman pembentukan Danantara tidak menimbulkan abnormal return yang signifikan, sehingga pasar tidak memberikan respons yang signifikan melalui perubahan harga saham selama periode pengamatan. Namun demikian, trading volume activity menunjukkan perubahan yang signifikan setelah pengumuman, yang mengindikasikan bahwa investor merespons informasi pembentukan Danantara melalui peningkatan aktivitas perdagangan saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi pasar terhadap pembentukan Danantara lebih banyak tercermin melalui aktivitas perdagangan saham dibandingkan perubahan harga saham karena investor masih cenderung bersikap wait and see terhadap implementasi dan dampak jangka panjang kebijakan tersebut.
Copyrights © 2026