Latar Belakang: Perubahan perilaku individu seperti mengancam, gaduh, tidak bisa diam, mondar-mandir, gelisah, intonasi suara keras, ekspresi tegang, bicara dengan semangat, agresif, nada suara tinggi, dan bergembira secara berlebihan adalah tanda dan gejala yang sering ditunjukkan oleh individu yang rentan terhadap perilaku kekerasan. Penanganan pasien resiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan terapi spiritual wudhu yang merupakan salah satu bentuk tindakan terapi komplementer. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi spiritual wudhu terhadap tanda dan gejala pada pasien resiko perilaku kekerasan di Yayasan Mutiara Tanjung Enim. Metode: Desain ini penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest group design dengan jumlah sampel sebanyak 17 responden diambil dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanan pada tanggal 23-25 Mei 2025 di Yayasan Mutiara Tanjung Enim. Hasil: Diperoleh nilai rerata tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan responden sebelum diberikan terapi wudhu sebesar 9,82 (sedang) dan sesudah diberikan terapi wudhu sebesar 7,41 (ringan) dan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna total skor tingkat tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan terapi spritual wudhu (p value = 0,000). Saran: Diharapkan terapi spiritual wudhu ini dapat diterapkan sebagai solusi non farmakologi untuk menurunkan tanda dan gejala pada pasien resiko perilaku kekerasan. Kata Kunci: Resiko Perilaku Kekerasan, Tanda dan Gejala, Spiritual, Terapi Wudhu
Copyrights © 2026