Keterbatasan tingginya biaya operasional menyebabkan produktivitas padi Kelompok Tani Umpila di Nagari VII Koto Talago hanya mencapai 4,2 ton/ha, jauh di bawah rata-rata nasional 5,1 ton/ha. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberdayaan Kelompok Tani Umpila dalam aspek produktivitas pertanian melalui penerapan mesin cultivator multipurpose berbahan bakar alternatif. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program dilaksanakan selama delapan bulan mencakup verifikasi teknis mesin, implementasi pada lahan percontohan 10 hektar, pelatihan kapasitas bagi 20 petani anggota, serta pendampingan berkelanjutan enam bulan pascaimplementasi. Program berhasil meningkatkan produktivitas padi menjadi 4,9–5,1 ton/ha, memangkas antrian pengolahan lahan dari 7–10 hari menjadi 2–3 hari, menekan biaya operasional 28–44%, dan memperbaiki R/C ratio dari 1,4 menjadi 1,8–2,0. Keberdayaan operasional petani meningkat dari 0% menjadi 66,7% dari 72 petani aktif, diperkuat terbentuknya Tim Mekanik Tani (TMT) sebagai first responder teknis mandiri dari dalam kelompok. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas petani secara nyata mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026