Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru di SMAN 1 Padang Panjang, penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, yaitu keterbatasan pemahaman dan kesiapan guru terhadap pembelajaran berbasis proyek, keterbatasan sumber daya dan fasilitas, variasi partisipasi siswa, serta kesulitan mengontekstualisasikan tema P5 sesuai kebutuhan sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa melalui pelatihan sablon digital bertema budaya Minangkabau karena menggabungkan aspek keterampilan, kreativitas, dan kearifan lokal dalam satu kegiatan berbasis proyek. Metode pelatihan yang digunakan partisipatif berbasis praktik dengan tahapan sosialisasi, pemberian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Peserta berjumlah 27 siswa. Pelatihan difokuskan pada teknik sablon digital, yaitu sublimasi pada mug dan DTF pada kaos. Hasil evaluasi kegiatan rata-rata 95% dan berpotensi menjadi program berkelanjutan. Pelatihan ini terbukti efektif mendukung implementasi P5 dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa sekaligus mengintegrasikan nilai kearifan lokal.
Copyrights © 2026