Pulau Lemukutan menghadapi peningkatan volume sampah akibat aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat. Minimnya sarana pengelolaan sampah serta rendahnya kesadaran ekologis menyebabkan sebagian besar warga masih membuang sampah ke laut atau membakarnya di sekitar pemukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat, dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pendekatan berbasis data dan penerapan konsep matematika sederhana. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan tiga tahap utama: perencanaan, tindakan, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan di Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat dengan peserta sebanyak 22 orang. Hasil kegiatan menunjukkan pengukuran kemampuan awal (pre-test) hanya 27% peserta memahami cara mencatat volume sampah rumah tangga secara sistematis. Setelah pelaksanaan kegiatan, hasil post-test menunjukkan peningkatan hingga 86% peserta yang mampu melakukan pengukuran dan analisis data sederhana. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi numerasi peserta. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi numerasi dan kesadaran ekologis masyarakat.
Copyrights © 2026