Komunitas Disabilitas Fisik Warsamundung, Kabupaten Magelang mengalami permasalahan yaitu resiliensi psikologi rendah karena belum adanya edukasi kesehatan mental, kurangnya kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mental, serta akses konseling terbatas. Program sekolah kesehatan mental melalui peer counselor training ini merupakan program edukasi non formal berbasis komunitas yang bertujuan menyediakan edukasi kesehatan mental, meningkatkan resiliensi sebagai upaya penerimaan diri anggota komunitas, serta menyediakan program pelatihan konselor sebaya sebagai akses konseling. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring, serta penutupan dan keberlanjutan program. Kegiatan diikuti oleh 17 anggota Komunitas Warsamundung dengan tujuh aktivitas, meliputi materi kesehatan mental, konseling sebaya, dan keterampilan konselor sebaya. Instrumen yang digunakan untuk mengukur efektivitas program menggunakan skala resiliensi Reivich dan Shatte. Hasil pelaksanaan program sekolah kesehatan mental yaitu meningkatnya pemahaman berkaitan dengan kesehatan mental, meningkatnya resiliensi psikologis dan meningkatnya keterampilan konselor sebaya. Temuan ini membuktikan bahwa peer counselor training efektif meningkatkan resiliensi.
Copyrights © 2026