Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis diduga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, namun penelitian yang mengkaji kedua faktor tersebut secara bersamaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan, End Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ), dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,1% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 59,0% patuh menjalani hemodialisis, dan 67,5% memiliki kualitas hidup yang tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup (p=0,000) serta antara kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup (p=0,000). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Peningkatan edukasi kesehatan dan pendampingan pasien selama menjalani terapi hemodialisis perlu terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2025