Suwarningsih
Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kecemasan Dan Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure Di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara Tk 1 Pusdokkes Polri Jakarta Seven Sitorus; Ilah Muhafilah; Suwarningsih; Titi Indriyati; Apriliani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3547

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas tidur pasien. Kecemasan selama menjalani perawatan diduga berhubungan dengan penurunan kualitas tidur sehingga dapat menghambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CHF di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Jakarta. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 55 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 49,1% responden mengalami kecemasan sedang–berat dan 54,5% memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p = 0,002; OR = 7,389; 95% CI: 2,214–24,657). Pasien dengan kecemasan sedang–berat memiliki peluang 7,4 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan pasien dengan kecemasan minimal–ringan. Disimpulkan bahwa tingkat kecemasan berhubungan signifikan dengan kualitas tidur pada pasien CHF. Pengkajian dan intervensi keperawatan terhadap kecemasan perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas tidur dan mendukung proses pemulihan pasien.
Patient and Family-Centered Care pada Neonatus Covid-19 di Era dan Pasca Pandemi Feni Amelia Puspitasari; Neli Husniawati; Fatimah; Suwarningsih; Ni Luh Putu Martini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.3622

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang menjadi pandemi pada tahun 2020. Asuhan keperawatan neonatus COVID-19 diperlukan penerapan Patient and Family Centered Care (PFCC) agar dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Tujuan penelitian adalah menganalisis asuhan keperawatan neonatus COVID-19 dengan penerapan prinsip PFCC dengan desain deskriptif kualitatif (studi kasus). Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 11 neonatus COVID-19 di Ruang NICU RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri sejak tahun 2020-2023. Metode pengambilan data sekunder dari rekam medis dan wawancara perawat. Hasil penelitian menunjukkan 90,9% mengalami sesak napas, sianosis, dan retraksi dada, hipertermia (45,4%), trombositopenia (18,1%), peningkatan CRP Kuantitatif (36,3%), dan hiperbilirubinemia (72,7%). Prioritas masalah keperawatan yaitu pola napas tidak efektif dengan manajemen jalan napas, pemantauan respirasi, dan terapi oksigen. Evaluasi keperawatan yaitu 90,9% masalah teratasi dengan lama perawatan 4-12 hari dan 9,1% neonatus meninggal dunia. Penerapan PFCC 100% dilakukan oleh perawat. Asuhan keperawatan dengan penerapan PFCC sebelum dan setelah pandemi COVID-19 tidak ada perbedaan.  Kesimpulan penelitian yaitu penerapan prinsip PFCC dapat menjadi unsur utama dalam meningkatkan kualitas hidup neonatus dengan COVID-19.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa Martha Katarina Silalahi; Ilah Muhafilah; Suwarningsih; Titi Indriyati; Widiawati; Annisa Nursita Angesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3640

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis diduga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, namun penelitian yang mengkaji kedua faktor tersebut secara bersamaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan, End Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ), dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,1% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 59,0% patuh menjalani hemodialisis, dan 67,5% memiliki kualitas hidup yang tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup (p=0,000) serta antara kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup (p=0,000). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Peningkatan edukasi kesehatan dan pendampingan pasien selama menjalani terapi hemodialisis perlu terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien.
Exclusive Breastfeeding And The Incidence Of Stunting In Infants Aged 6-23 Months In Makassar District Feni Amelia Puspitasari; Neli Husniawati; Suwarningsih; Fatimah; Suhermi; Najwa Aurellia Purman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i2.3872

Abstract

Stunting is a chronic nutritional issue that severely impacts physical growth and hinders cognitive development in children due to prolonged malnutrition, particularly during the first thousand days of life. A major determinant contributing to this condition is the suboptimal practice of exclusive breastfeeding within the community. Objective: To investigate the association between a history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in infants aged 6–23 months. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. A total of 148 infants aged 6–23 months were recruited as the sample using a random sampling technique. Data on exclusive breastfeeding history were collected via questionnaires, while stunting status was determined through anthropometric measurements based on Length-for-Age (L/A) nutritional status categories. Data collection was conducted at 19 Integrated Healthcare Centers (Posyandu) in the Makasar District Health Center working area in December 2025. Results: The findings revealed that exclusive breastfeeding coverage reached only 53.4%, and overall, 77% of the infants were non-stunted. Specifically, the cohort of infants who received exclusive breastfeeding exhibited a remarkably high non-stunting proportion of 91.1%. Statistical analysis demonstrated a significant association between exclusive breastfeeding history and the incidence of stunting (p-value = 0.000). Exclusively breastfed infants possessed a 6.612 times greater protective probability of remaining non-stunted compared to those who were not exclusively breastfed. Conclusion: Healthcare professionals, in collaboration with community health cadres, are recommended to intensify routine monthly educational mentoring programs for infant and young child feeding at the Posyandu to rigorously monitor the success of exclusive breastfeeding.