Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan. Kondisi ini dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kesehatan anak pada masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di Posyandu Flamboyan 1, Flamboyan 10, dan Rembulan 3, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 180 balita yang dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 26,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p=0,001), pekerjaan ibu (p=0,007), dan pendapatan orang tua (p=0,006) dengan kejadian stunting. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif (p=0,647), panjang badan lahir (p=0,942), berat badan lahir (p=0,890), dan jumlah anggota keluarga (p=0,131) dengan kejadian stunting. Upaya pencegahan perlu memperkuat dengan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta intervensi yang memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Copyrights © 2025