TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengemban tanggung jawab menjaga kedaulatan wilayah darat, termasuk daerah rawan konflik seperti Papua, sehingga membutuhkan personel yang siap secara operasional. Kesiapan tersebut sangat bergantung pada optimalnya program latihan, namun di lapangan masih ditemukan kendala pada aspek manajemen latihan, penerapan materi latihan, dan kemampuan pelatih. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen latihan, penerapan materi latihan, serta kemampuan pelatih dalam menyiapkan kesiapan satuan Infanteri untuk melaksanakan tugas operasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT, dilaksanakan di Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Papua, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan kunci di lingkungan Kodam tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi program latihan kesiapan operasi guna mendukung tugas operasi masih belum berjalan optimal, terutama akibat terbatasnya tenaga ahli yang berdampak pada lemahnya pengawasan latihan sehingga masih ditemukan kelalaian prajurit selama proses latihan. Penguatan manajemen latihan, penyempurnaan penerapan materi latihan, dan peningkatan kompetensi pelatih menjadi kunci keberhasilan kesiapan operasi satuan Infanteri.
Copyrights © 2026