Pengelolaan keuangan di satuan kerja Detasemen Markas Besar TNI AD (Denmabesad) memiliki karakteristik tersendiri dibanding satker TNI AD pada umumnya yaitu memiliki banyak sub satuan kerja, personel dalam jumlah besar dengan mutasi tinggi, seringnya revisi pagu anggaran oleh Eselon I TNI AD, dan adanya titipan anggaran Unit Organisasi (U.O) TNI AD. Kondisi ini berdampak pada permasalahan kesejahteraan personel, seperti kerawanan anomali Tunjangan Kinerja, kurang transparansi pembayaran Gaji dan tunjangan, belum adanya pengawasan anggaran hingga level sub satuan kerja, pelaporan rutin Keaungan Satker masih manual, dan pengajuan dana pensiun ke Asabri serta pengembalian Iuran TWP AD secara manual (belum otomatis). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan tersebut serta menganalisis fungsi aplikasi digitalisasi yang dikembangkan oleh Paku Denmabesad yang dikenal dengan SIMPAKU (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Terpadu) sebagai strategi optimalisasi aplikasi keuangan eksisting. Penelitian dilakukan di Denmabesad menggunakan metode kualitatif deskriptif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan disintegrasi antara My GPP, Sisfopers, dan SAKTI menjadi akar permasalahan kesejahteraan personel. Optimalisasi SIMPAKU disimpulkan mampu meningkatkan ketepatan pembayaran hak keuangan, transparansi, kecepatan layanan kesejahteraan, kualitas perencanaan anggaran, serta kesiapan administrasi masa purna tugas Prajurit.