Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji fenomena interferensi morfologi dalam tutur lisan masyarakat Desa Dames Damai, Suralaga, Lombok Timur. Sebagai penutur asli bahasa Sasak dialek Ngeto-Ngete, warga secara spontan membawa sistem pembentukan kata bahasa ibu saat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Data dihimpun melalui metode observasi partisipatif, teknik sadap, dan perekaman tersembunyi menggunakan gawai di pusat aktivitas warga seperti lahan pertanian, lapak dagang, tempat tongkrongan, hingga posyandu. Hasil analisis data menunjukkan terjadinya penyimpangan morfemis berupa penyusupan prefiks sengau lokal, interferensi konfiks nonbaku, kesalahan proses reduplikasi kata dasar, serta pelesapan imbuhan aktif (afiksasi nol). Keunikan riset ini terletak pada potret penyimpangan morfemis lisan yang terjadi secara alamiah pada masyarakat agraris pedesaan. Temuan ini diharapkan mampu memetakan kesalahan berbahasa secara lebih kontekstual.
Copyrights © 2026