Keandalan sistem tenaga listrik ditentukan oleh efektivitas sistem pembumian dalam mengalirkan arus gangguan secara aman ke tanah, yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik tanah dan material elektroda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis tanah dan material elektroda terhadap nilai resistansi pembumian serta menentukan material yang paling efektif pada kondisi tanah tropis. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen komparatif yang dilaksanakan di empat lokasi di Kabupaten Bone Bolango yang merepresentasikan tanah berbatu, sawah, liat, dan pasir pesisir. Sampel penelitian terdiri atas empat jenis elektroda yaitu tembaga, kuningan, stainless steel, dan besi. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung menggunakan earth tester digital dengan metode fall-of-potential konfigurasi tiga titik pada kondisi geometris yang seragam, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistansi pembumian bervariasi menurut jenis tanah dan material elektroda. Resistansi terendah diperoleh pada elektroda tembaga di tanah pasir pesisir sebesar 0,84 Ω, sedangkan resistansi tertinggi terjadi pada elektroda besi di tanah berbatu sebesar 959 Ω. Tanah dengan kelembapan dan kandungan ion tinggi cenderung menghasilkan resistansi lebih rendah, sedangkan material dengan konduktivitas listrik lebih tinggi menunjukkan kinerja pembumian yang lebih baik. Tembaga secara konsisten memberikan nilai resistansi terendah pada seluruh jenis tanah, diikuti kuningan, stainless steel, dan besi. Secara umum material tembaga direkomendasikan sebagai material paling optimal untuk aplikasi lapangan pada kondisi tanah tropis
Copyrights © 2026