Perilaku merokok pada remaja masih menjadi masalah penting di Indonesia dan berdampak pada meningkatnya risiko penyakit akibat rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Remaja lebih mudah tertarik untuk merokok karena pengaruh teman sebaya, keluarga, kondisi psikologis, serta paparan iklan rokok. Di antara faktor tersebut, teman sebaya menjadi pendorong terbesar karena remaja cenderung mengikuti perilaku kelompoknya. Jika kebiasaan merokok tidak dicegah sejak dini, hal ini dapat menurunkan fungsi paru dan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, tim PKM melaksanakan program Cegah Merokok Sejak Dini dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan. Program ini memberikan edukasi tentang bahaya rokok dan vape serta melatih siswa menjadi peer educator untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah bebas rokok dan vape. Kegiatan ini diikuti oleh 14 siswa SMP Negeri 2 Kuta Utara, Dalung, Badung, Bali, dan dilaksanakan pada Oktober 2025. Edukasi dan pelatihan yang diberikan menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja serta kemampuan mereka dalam menolak ajakan merokok.
Copyrights © 2026