Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola penularan dan gejala dini Tuberkulosis (TBC), hambatan sosiopsikologis berupa stigma, serta kondisi fisik lingkungan hunian yang tidak memenuhi standar rumah sehat menjadi faktor utama stagnasi penemuan kasus aktif di Kelurahan Kalipuro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program "GEMPITA BERDAYA" (Gerakan Muda Peduli dan Tanggap Tuberkulosis) sebagai intervensi promosi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi TBC dan mendukung penemuan kasus aktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain one-group pretest-posttest melibatkan 40 warga sasaran di Lingkungan Wangkal melalui teknik skrining door-to-door menggunakan instrumen kuesioner terstruktur berbahasa daerah. Program ini mengintegrasikan peran aktif kader remaja dari Madrasah Aliyah Ibrahimy yang telah dilatih secara khusus. Hasil skrining kesehatan berhasil mengidentifikasi 3 warga terduga (suspek) TBC berdasarkan indikator gejala klinis awal. Sementara itu, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan masyarakat yang sangat signifikan, yaitu dari 25,25 pada pre-test menjadi 90,50 pada post-test (p < 0,001). Program ini membuktikan bahwa edukasi interaktif berbasis pemberdayaan kader remaja lokal efektif memotong kesenjangan informasi, meluruskan persepsi keliru terkait stigma TBC, serta membangun kesadaran kolektif dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026