Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan literasi kesehatan tentang pencegahan hipertensi melalui edukasi dan kartu kendali rendah garam pada remaja sekolah Dheva Yudistira Maulana; Septa Indra Puspikawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38898

Abstract

Abstrak      Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular yang dapat berkembang sejak remaja akibat konsumsi natrium tinggi dan rendahnya literasi kesehatan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja mengenai pencegahan hipertensi melalui edukasi dan pemantauan konsumsi garam. Kegiatan menggunakan desain pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan pada 30 anggota Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 02 Kalipuro, Banyuwangi. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, skrining tekanan darah, serta pelatihan penggunaan Kartu Kendali Rendah Garam. Evaluasi dilakukan dengan desain pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana rerata skor meningkat dari 62,00 menjadi 86,00. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemantauan konsumsi garam efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja dan berpotensi mendukung upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan sejak usia sekolah. Kata kunci: hipertensi; remaja; literasi kesehatan; garam; PMR Abstract      Hypertension is a primary risk factor for non-communicable diseases that can develop as early as adolescence due to high sodium intake and low health literacy. This community service project aims to improve adolescent health literacy regarding hypertension prevention through education and salt consumption monitoring. The program utilized a Participatory Action Research (PAR) approach involving 30 members of the Youth Red Cross (PMR) at SMPN 02 Kalipuro, Banyuwangi. Implementation methods included health education, blood pressure screening, and training on the use of the Low-Salt Control Card. Evaluation followed a pre-test and post-test design, with data analyzed using a paired t-test. Results showed a significant increase in participants' knowledge, with the mean score rising from 62.00 to 86.00. These findings suggest that health education combined with salt consumption monitoring effectively enhances adolescent health literacy and has the potential to support sustainable hypertension prevention efforts from school age. Keywords: hypertension; adolescent; health literacy; salt; youth red cross.
Akselerasi Literasi Penyakit Menular Melalui Program "GEMPITA BERDAYA" Sebagai Upaya Promosi Kesehatan TBC di Kelurahan Kalipuro Nayla Alya Aurora; Dheva Yudistira Maulana; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/mg1t5w58

Abstract

Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola penularan dan gejala dini Tuberkulosis (TBC), hambatan sosiopsikologis berupa stigma, serta kondisi fisik lingkungan hunian yang tidak memenuhi standar rumah sehat menjadi faktor utama stagnasi penemuan kasus aktif di Kelurahan Kalipuro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program "GEMPITA BERDAYA" (Gerakan Muda Peduli dan Tanggap Tuberkulosis) sebagai intervensi promosi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi TBC dan mendukung penemuan kasus aktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain one-group pretest-posttest melibatkan 40 warga sasaran di Lingkungan Wangkal melalui teknik skrining door-to-door menggunakan instrumen kuesioner terstruktur berbahasa daerah. Program ini mengintegrasikan peran aktif kader remaja dari Madrasah Aliyah Ibrahimy yang telah dilatih secara khusus. Hasil skrining kesehatan berhasil mengidentifikasi 3 warga terduga (suspek) TBC berdasarkan indikator gejala klinis awal. Sementara itu, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan masyarakat yang sangat signifikan, yaitu dari 25,25 pada pre-test menjadi 90,50 pada post-test (p < 0,001). Program ini membuktikan bahwa edukasi interaktif berbasis pemberdayaan kader remaja lokal efektif memotong kesenjangan informasi, meluruskan persepsi keliru terkait stigma TBC, serta membangun kesadaran kolektif dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas.