Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius karena tingginya angka kesakitan dan masih adanya kasus yang belum terdeteksi. Rendahnya cakupan penemuan kasus secara aktif menyebabkan sebagian individu dengan gejala TB belum mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sehingga berpotensi meningkatkan risiko penularan di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung deteksi dini adalah melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk keterlibatan remaja sebagai kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung deteksi dini tuberkulosis melalui program GEMPITA (Gerakan Muda Peduli Tuberkulosis) yang melibatkan kader muda berbasis sekolah dalam pelaksanaan skrining TB di masyarakat. Metode yang digunakan adalah Community-Based Empowerment yang meliputi koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pembentukan kader, pelatihan kader, serta implementasi skrining berbasis gejala di masyarakat. Sebanyak 11 kader muda mengikuti pelatihan mengenai tuberkulosis, komunikasi kesehatan, dan prosedur skrining sebelum diterjunkan ke lapangan. Kader kemudian melaksanakan skrining terhadap 450 masyarakat dan berhasil mengidentifikasi 30 orang yang terindikasi sebagai suspek TB untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan kader muda berbasis sekolah mampu mendukung pelaksanaan deteksi dini TB, memperluas jangkauan skrining di masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam upaya pengendalian tuberkulosis berbasis komunitas. Program ini berpotensi dikembangkan sebagai model pemberdayaan remaja yang berkelanjutan dalam mendukung penemuan kasus TB secara aktif.
Copyrights © 2026