Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemberdayaan kader posyandu dalam pengendalian hipertensi berbasis program CERDIK di Desa Telemung, Banyuwangi Nurlailia Resa Cahyani; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Ayik Mirayanti Mandagi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38896

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah penyakit tidak menular dan tantangan besar dalam kesehatan masyarakat karena mampu meningkatkan resiko terjadinya penyakit stroke dan jantung sehingga perlunya upaya promotif dan preventif yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kader posyandu yang berfungsi sebagai penggerak kesehatan di tingkat komunitas memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kesehatan dan mendorong perilaku hidup sehat. Kegiatan  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader Posyandu berkaitan dengan hipertensi serta penerapan program CERDIK sebagai strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2026 di Puskesmas Pembantu Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi dengan melibatkan 16 kader dari 11 Posyandu. Metode kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif-edukatif melalui kegiatan penyuluhan, diskusi dua arah, serta pemberian media edukasi berbentuk poster, leaflet, dan buku saku hipertensi. Evaluasi yang dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan kader. Hasil analisis memperlihatkan meningkatnya rerata hasil capaian pengetahuan dari 75,63 pada pre-test menjadi 93,75 pada post-test (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwasanya edukasi berdasar pada program CERDIK berhasil meningkatkan kemampuan kader dalam mendukung pencegahan dan pengendalian kasus tekanan darah tinggi di masyarakat. Kata kunci: hipertensi; kader; kesehatan; pengabdian; promosi kesehatan. Abstract Hypertension is a non-communicable disease and a major challenge in public health because it can increase the risk of stroke and heart disease, thereby necessitating promotive and preventive efforts involving community participation. Posyandu cadres, who function as health drivers at the community level, have the responsibility to deliver health information and promote healthy behaviors. This activity aims to improve the knowledge of Posyandu cadres regarding hypertension and the implementation of the CERDIK program as a strategy for the prevention and control of hypertension. The activity was conducted on January 29, 2026, at the Telemung Village Auxiliary Health Center, Kalipuro Subdistrict, Banyuwangi Regency, involving 16 cadres from 11 Posyandu units. The activity applied a participatory-educational approach through counseling sessions, two-way discussions, and the provision of educational media in the form of posters, leaflets, and a hypertension pocket book. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure cadres’ knowledge. The analysis results showed an increase in the average knowledge score from 75.63 in the pre-test to 93.75 in the post-test (p < 0.001). These findings indicate that education based on the CERDIK program successfully improved cadres’ ability to support the prevention and control of hypertension cases in the community. Keywords: hypertension; cadres; health; service; health promotion
Penguatan literasi gizi melalui edukasi jajanan sehat untuk membentuk perilaku konsumsi sehat pada anak usia sekolah dasar Aulia Laela Alfiani; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Nurlailia Resa Cahyani; Septa Indra Puspikawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38886

Abstract

Abstrak Anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 7-12 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Kurangnya literasi gizi menyebabkan siswa cenderung memilih makanan berdasarkan rasa dan pengaruh teman sebaya tanpa mempertimbangkan nilai gizinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan sehat. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Telemung, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi pada bulan Januari 2026 dengan melibatkan 54 siswa kelas V dan VI sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi membaca label pangan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Pada siswa kelas V rerata skor pengetahuan meningkat dari 54,00 menjadi 86,00, sedangkan pada siswa kelas VI meningkat dari 55,00 menjadi 79,00. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal (nilai signifikansi Shapiro-Wilk > 0,05), sehingga analisis dapat dilanjutkan dengan uji parametrik. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi literasi gizi mengenai pemilihan jajanan sehat efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. Program edukasi ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih sehat pada anak sejak usia dini. Kata kunci: edukasi; kesehatan gizi; literasi gizi; makanan sehat; pola gaya hidup. Abstract Elementary school children aged 7–12 years are a group vulnerable to the consumption of foods high in sugar, salt, and fat (SSF). Limited nutrition literacy leads students to select foods based on taste preferences and peer influence without considering their nutritional value. This community service activity aimed to improve students’ nutrition literacy and their understanding of healthy snack choices. The program was conducted at SDN 1 Telemung, Telemung Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency, in January 2026, involving 54 fifth- and sixth-grade students as participants. The implementation method applied a participatory educational approach through material delivery, interactive discussions, food label reading demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed an increase in students’ knowledge after the intervention. In grade V students, the mean knowledge score increased from 54.00 to 86.00, while in grade VI students it increased from 55.00 to 79.00. The normality test results indicated that all data were normally distributed (Shapiro–Wilk significance value > 0.05), allowing further analysis using parametric tests. These findings demonstrate that nutrition literacy education on healthy snack selection is effective in improving elementary school students’ knowledge. This educational program is expected to promote healthier dietary behaviors among children from an early age. Keywords: education; nutrition health; nutrition literacy; healthy food; lifestyle.
Pemberdayaan masyarakat berbasis SEHATI SIAGA untuk mendukung upaya pencegahan hipertensi Alfia Rizqy Hanifah; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Ayik Mirayanti Mandagi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38775

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Diperlukan upaya promotif dan preventif yang berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung deteksi dini. Program pengabdian masyarakat SEHATI SIAGA (Sadar Jaga Kesehatan Rutin) bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah hipertensi secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Lingkungan Suko, Kelurahan Gombengsari, Banyuwangi, pada 11 dan 21 Januari 2026 dengan sasaran 50 peserta pengajian Fatayat Muslimat. Intervensi berupa sosialisasi interaktif terkait pengertian, faktor risiko, komplikasi, pencegahan hipertensi, serta pemeriksaan tekanan darah gratis. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 59,40 menjadi 84,60 dengan selisih 25,20 poin. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman warga, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,001). Secara kualitatif, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama saat sesi diskusi interaktif dan pemeriksaan tekanan darah mandiri. Kendala berupa keterbatasan ruang dan variasi literasi peserta diatasi melalui pendekatan komunikatif dan pendampingan langsung. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta berpotensi mendukung perubahan perilaku deteksi dini hipertensi secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata kunci: deteksi dini; edukasi kesehatan; hipertensi; kesehatan masyarakat; promosi kesehatan AbstractHypertension is a public health problem that significantly contributes to the risk of cardiovascular disease. Community-based promotive and preventive efforts are needed to increase public awareness and support early detection. The SEHATI SIAGA (Sadar Jaga Kesehatan Routin) community service program aims to raise community awareness and independence in improving healthy lifestyle behaviors to prevent hypertension sustainably. The activity was carried out in the Suko Neighborhood, Gombengsari Village, Banyuwangi, on January 11 and 21, 2026, targeting 50 Fatayat Muslimat recitation participants. The intervention included interactive outreach related to the definition, risk factors, complications, prevention of hypertension, and free blood pressure checks. The evaluation used a pre-test and post-test design. The results showed an increase in the average knowledge score from 59.40 to 84.60, with a difference of 25.20 points. This activity proved effective in increasing community understanding, as indicated by a significant increase in knowledge scores between before and after education (p < 0.001). Qualitatively, participant enthusiasm was very high, especially during the interactive discussion session and self-blood pressure checks. Challenges such as limited space and varying participant literacy levels were addressed through a communicative approach and direct mentoring. This program effectively increased public knowledge and awareness and has the potential to support sustainable behavior change for early hypertension detection at the community level. Keywords: early detection; health education; hypertension; public health; health promotion.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Melalui Edukasi Interaktif pada Siswa Sekolah Dasar di Banyuwangi Indah Tri Utami; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Disny Prajnawita
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/99ahm318

Abstract

Masalah kesehatan berbasis lingkungan masih sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, salah satunya penyakit diare yang berkaitan dengan rendahnya praktik kebersihan tangan dan perilaku jajan tidak sehat. Kondisi tersebut juga ditemukan pada beberapa sekolah dasar di Desa Banjar, Kabupaten Banyuwangi, sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada tiga sekolah dasar pada tanggal 13–15 Januari 2025 dengan melibatkan 87 siswa kelas III–V. Metode yang digunakan berupa community-based program melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, media edukasi visual, serta praktik langsung cuci tangan pakai sabun. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one group pretest–posttest dengan analisis uji paired t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 48,28 menjadi 66,67 setelah intervensi. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan langkah mencuci tangan dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan praktik langsung dan media interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS di lingkungan sekolah.
Optimalisasi Edukasi dan Penguatan Komitmen Sekolah dalam Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 3 Kalipuro Husnul Khotimah; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Ayik Mirayanti Mandagi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/gvcczx05

Abstract

Perilaku merokok pada remaja sekolah menengah pertama masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman tentang dampak rokok serta pengaruh lingkungan sosial yang cenderung menormalisasi perilaku tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap penolakan terhadap perilaku merokok pada siswa di SMPN 3 Kalipuro. Program dilaksanakan melalui pendekatan edukatif interaktif yang meliputi penyampaian materi, diskusi partisipatif dan demonstrasi sederhana tentang dampak merokok terhadap kesehatan. Evaluasi kuantitatif dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test terstruktur terhadap 48 siswa, dan dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk menilai signifikansi perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 74,47 menjadi 84,47 dengan nilai p = 0,0004 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa program sosialisasi memberikan dampak yang bermakna secara statistik terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok. Program ini juga didukung dengan penguatan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas asap rokok melalui media edukasi visual. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis edukasi sekolah dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja serta mendukung pembentukan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Tuberkulosis dan Pembentukan Kader Remaja sebagai Upaya Pencegahan TBC di Banyuwangi Revalina Intikha Aling; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/45swvz78

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian, khususnya dalam upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai tuberkulosis dapat memengaruhi kesadaran terhadap pencegahan dan deteksi dini penyakit. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai tuberkulosis serta membentuk kader remaja sebagai upaya pemberdayaan dalam pencegahan dan pengendalian TBC. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MA Ibrahimy Secang Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, dengan sasaran siswa kelas X dan XI sebanyak 11 peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, diskusi partisipatif, serta pembentukan kader remaja. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 64,55 meningkat menjadi 93,64 pada post-test. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001 yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan edukasi dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kader remaja yang diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dalam penyebaran informasi kesehatan di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai pembentukan kader remaja dapat meningkatkan pengetahuan serta mendukung keberlanjutan upaya pencegahan tuberkulosis di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Pemberdayaan Kader Muda GEMPITA dalam Mendukung Deteksi Dini Tuberkulosis Berbasis Masyarakat Aqila Fawziya Mustafa; Jhonatan Rameldo Hutasoit; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d76s0p41

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius karena tingginya angka kesakitan dan masih adanya kasus yang belum terdeteksi. Rendahnya cakupan penemuan kasus secara aktif menyebabkan sebagian individu dengan gejala TB belum mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sehingga berpotensi meningkatkan risiko penularan di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung deteksi dini adalah melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk keterlibatan remaja sebagai kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung deteksi dini tuberkulosis melalui program GEMPITA (Gerakan Muda Peduli Tuberkulosis) yang melibatkan kader muda berbasis sekolah dalam pelaksanaan skrining TB di masyarakat. Metode yang digunakan adalah Community-Based Empowerment yang meliputi koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pembentukan kader, pelatihan kader, serta implementasi skrining berbasis gejala di masyarakat. Sebanyak 11 kader muda mengikuti pelatihan mengenai tuberkulosis, komunikasi kesehatan, dan prosedur skrining sebelum diterjunkan ke lapangan. Kader kemudian melaksanakan skrining terhadap 450 masyarakat dan berhasil mengidentifikasi 30 orang yang terindikasi sebagai suspek TB untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan kader muda berbasis sekolah mampu mendukung pelaksanaan deteksi dini TB, memperluas jangkauan skrining di masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam upaya pengendalian tuberkulosis berbasis komunitas. Program ini berpotensi dikembangkan sebagai model pemberdayaan remaja yang berkelanjutan dalam mendukung penemuan kasus TB secara aktif.