Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk estetika, makna, dan fungsi landak yang terdapat di Desa Salukanan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berupaya memberikan gambaran objektif berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan beberapa narasumber, serta dokumentasi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landak terbagi atas tiga bagian utama, yaitu ulu landak (atap) yang menggunakan bahan alang- alang dan seng, kale landak (badan), serta aje’ landak (kaki atau tiang) yang terbuat dari kayu pohon banga yang diolah menjadi papan dan tiang. Landak juga mengandung makna simbolik yang tercermin dalam rangkaian ritual, mulai dari proses penebangan pohon banga yang diawali dengan pemotongan beberapa ekor ayam hingga pengangkatan badan landak ke atas tiang, yang seluruhnya dipimpin oleh orang yang dituakan atau disebut pande. Secara fungsional, landak digunakan sebagai tempat penyimpanan padi hasil panen masyarakat yang dapat bertahan hingga puluhan tahun, sehingga dapat dimanfaatkan saat terjadi gagal panen maupun pada pelaksanaan pesta adat
Copyrights © 2013