Andi Baetal Mukaddas
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KEMAMPUAN SISWA  KELAS XI SMK NEGERI 1 HU’U KECAMATANHU’U KABUPATEN DOMPU DALAM MENGGAMBAR BENTUK Sudarlin; Muhammad Faisal; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 1 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/75vgb285

Abstract

Masalah utama dalam penelitian yaitu bagaimana kemampuan menggambar bentuk  untuk  pelajaran  seni  budaya  pada  siswa  kelas  XI  SMK Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu. Jenis   penelitian  ini   adalah   penelitian  tindakan  kelas   (Class   Action Reasech)  yang  terdiri  dari  dua  siklus  dimana  setiap  siklus  dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas XI SMK Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu sebanya 30 orang. Hasi  penelitian  menunjukan  bahwa  pada  siklus  pertama  yang  tuntas secara individual dari 30 murid hanya 13 orang atau 43,33% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KMM) atau berada pada kategori sangat rendah. Secara  klasikal  belum  terpenuhi  karena  nilai   rata-rata  diperoleh  sebesar 56,50%. Sedangkan pada siklus II dimana dari 30 murid terdapat 26 orang atau 86,66% telah memenuhi KKM dan secara klasikal sudah terpenuhi yaitu nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 73,00% atau berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan hasil belajar menggambar bentuk pelajaran seni budaya pada siswa kelas XI SMK Negeri 1  Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu melalui penerapan model pembelajaran langsung mengalami peningkatan.
STUDI TENTANG KERAJINAN ANYAMAN DAUN LONTARDI DESA MAHAL KECAMATAN OMESURI KABUPATEN LEMBATA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Jamaludin Husen; Andi Baetal Mukaddas; Muhammad Faisal
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 2 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/7ah6ar38

Abstract

Kerajinan anyam merupakan karya seni rupa dua dan tiga dimensi yang memiliki nilai estetis serta makna simbolik dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan, bentuk dan motif, serta fungsi kerajinan anyaman daun lontar di Desa Mahal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan pada 3–28 Desember 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan anyaman daun lontar melalui tahap pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga proses penganyaman. Produk yang dihasilkan antara lain edu, waya’, dese’, hoa, liwang, dan woyong. Bentuk dan motif anyaman tergolong sederhana serta tidak mengalami perkembangan karena minimnya kreativitas dan inovasi pengrajin. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kreativitas agar kualitas bentuk, ragam hias, dan fungsi produk menjadi lebih optimal.
KERAJINAN TANGAN MINIATUR RUMAH ADAT WARGA BINAA LEMBAGA PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B KABUPATEN ENREKANG) Irwan Mustafa; Andi Baetal Mukaddas; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 2 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3mme9w45

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini yaitu bagaimanakah proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang terhadap warga binaannya, dan apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kerajinan   tangan   miniatur   rumah   adat   adalah   dengan   teknik,observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, proses pembinaan yang di lakukan di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang dilakukan dengan efektif dengan cara perencanaan kegiatan pembinaan, memberikan materi pembinaan, metode dan media pembelajaran dan pelaksanaan pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Proses pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang di lakukan dengan beberapa tahap (1) proses penentuan desain (2) persiapan bahan dan alat (3) proses pembuatan miniatur rumah adat. Adapu yang menjadi faktor pendukung dalam proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Enrekang yaitu (1) bahan baku yang digunakan tidak sulit untuk diperoleh (2) alat yang digunakan masih sederhana (3) minat Masyarakat menjadi salah satu pendukung dalam pembuatan kerajinan. Sedangkan faktor penghambat dalam proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Enrekang yaitu (1) faktor permodalan (2) fasilitas dan tempat produksi yang belum memadai (3) masih kurangnya tenaga pembina pemasyarakatan yang ahli dalam bidang kerajinan.
KAJIAN ESTETIKA SANGKAR BURUNG PUYUH (JABA KAWUBU) DI KAMPUNG RUPE KECAMATAN LANGGUDUNUSA TENGGARA BARAT Adi Fadilah; Moh Thamrin Mappalahere; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/235qhr37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur dan kajian bentuk sangkar burung puyuh (Jaba Kawubu), Peranan tradisi serta pertimbangan aspek fungsi dalam fungsi komplek membawa tatanan karya artistic pada sangkar burung puyuh (Jaba Kawubu) dengan pertimbangan aspek estetika dan nilai-nilai ragam hias yang terbentuk dalam sangkar burung puyuh (Jaba Kawubu). Penelitian dilkukan dengan mengamati mulai dari proses pembuatan dan eksplorasi , tahapan perancangan dan tahapan perwujudan. Yang kemudian di kaji dan ditelaah sesuai dengan bentuk sangkar burung puyuh tersebut. Berdasar kan penelitian ini dapat di pahami bahwa sangkar burung puyuh memiliki daya tarik tersendiri yang memikat hati para penikmat seni karena bentuknya yang jauh beda dari sagkar burung pada umumnya. Secara khas mampu menghasilkan manifestasi estetik
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI GRAFIS DENGA MENGGUNAKAN TEKNIK STENSIL PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 GOWA Adi Arismunandar; Muhammad Faisal; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/50ktj355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran seni grafis menggunakan teknik stensil pada siswa kelas X SMA Negeri 12 Gowa serta proses berkarya seni grafis yang dilakukan siswa. Pelaksanaan pembelajaran meliputi tiga tahap, yaitu pelaksanaan pembelajaran, proses berkarya, dan evaluasi karya seni grafis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya siswa mengangkat berbagai konsep seperti hewan, tumbuhan, tulisan, dan motif yang dikerjakan secara berkelompok. Dalam proses berkarya, siswa mengalami beberapa kendala karena teknik stensil merupakan pengalaman baru bagi mereka. Evaluasi karya dilakukan berdasarkan unsur seni grafis, yaitu konsep, teknik, dan kerapian.
ESTETIKA BENTUK RUMAH ADAT SAPO DESA KALUPPINI KABUPATEN ENREKANG Amelia; Andi Baetal Mukaddas; Soekarno Buchary Pasyah
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vyh0sz85

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana estetika bentuk dan makna ragam hias rumah adat sapo desa Kaluppini Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estetika bentuk dan makna ragam hias rumah adat Sapo desa Kaluppini Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu memberi gambaran secara objektif sesuatu dengan kenyataan sesungguhnya, teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Rumah adat Sapo Kaluppini merupakan rumah adat tradisional yang dibangun dengan memperhatikan nilai-nilai sejarah dan tradisi yang diyakini oleh masyarakat Kaluppini. terdiri dari tiga bagian yaitu bagian atas yang ditandai dengan atap berbentuk segitiga, bagian tengah atau bagian badan rumah berbentuk persegi panjang yang dihubungkan dengan ruagan kecil bagian samping kiri berbentuk kubus, dan bagian bawah yaitu bagian kolom rumah berbentuk persegi panjang mengikuti bentuk tengah. Makna ragam hias motif silang yaitu mengadakan pertemuan atau seseorang yang bertamu kerumah diyakini memiliki niat yang baik dan malleku-leku memiliki makna kehidupan yang berlandaskan dengan nilai ketuhanan makna ukiran ini ialah hubugan dengan tuhan sebagai simbol tentang asas kehidupan religius masyarakat Kaluppini.
PEMBELAJARAN SENI KRIYA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KOLASE PADA SISWA KELAS X SMAMUHAMMADIYAH 7 MAKASSAR Ayub Qadhafi Saputra; Andi Baetal Mukaddas; Muhammad Faisal
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wqpp7c66

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses dan hasil pembelajaran seni kriya teknik kolase pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 7 Makassar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes praktik, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni kriya teknik kolase menggunakan media kertas mampu meningkatkan semangat dan minat berkarya siswa. Selain itu, kualitas karya yang dihasilkan siswa tergolong cukup memuaskan meskipun pengetahuan awal siswa tentang kolase masih terbatas, sehingga pembelajaran ini memberikan pengalaman baru yang menarik bagi siswa.
PROSES MENGGAMBAR BENTUK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LUAR RUANGAN PADA SISWA KELAS VII.D SMP PALANGGA GOWA Ernawati Abu Bakar; Andi Baetal Mukaddas; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 1 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/p2czaf53

Abstract

Pembelajaran seni rupa dalam dunia pendidikan merupakan salah satu sarana dan media yang bisa digunakan untuk mengembangkan keterampilan anak. Baik dengan cara mengenali dan melatih kemampuan psikomotorik diri anak maupun dengan menggali bakat yang sudah dimiliki sebagai sumber kemampuan individu yang perlu diolah dan dilatih secara terus-menerus agar keterampilan pada diri anak menjadi berkembang dengan pesat. Siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Palangga dalam mata pelajaran seni rupa khususnya pembelajaran menggambar bentuk menunjukkan hasil yang belum maksimal. Hal itu dikarenakan pembelajaran yang selama ini diterapkan kurang sesuai dan tidak tepat sasaran sehingga tujuan pembelajaran yang ingin dicapai tidak dapat terlaksana  dengan baik. Oleh karena itu, peneliti dan guru mata pelajaran seni rupa bekerja sama dalam mengembangkan inovasi pembelajaran melalui pengembangan pembelajaran outdoor atau di luar ruangan, serta denganpengembangan strategi pembelajaran yanglebih tepat sasaran. Manfaat dari penelitian ini di antaranya adalah (1) hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi guru mata pelajaran seni rupa sebagai masukan dan arahan terhadap proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di kelas, (2) bahan pertimbangan bagi sekolah untuk memperhatikan pentingnya pembelajaran seni rupa agar lebik baik sesuai dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, (3) masukan bagi pendidik dalam meningkatkan kemampuan siswa menguasai pelajaran seni rupa.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik Deskriptif kualitatif. Hasil pembelajaran menggambar bentuk pada siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Palangga, berdasarkan hasil nilai pada aspek penilaian menggambar bentuk yang meliputi aspek kesesuaian bentuk (ide/gagasan,kreativitas, komposisi, gaya perseorangan dan tehnik dan wujud). Saran yang dapat diberikan kepada pendidik adalah pembelajaran menggambar bentuk melalui pembelajaran di luar ruangan perlu dissemination atau penyebaran pada kelasatau sekolah lain. Guru mata pelajaran seni rupa dapat mengaplikasikan pembelajaran diluar ruangan di kelas atau di sekolah lain sebagai alternatif dalam pembelajaran menggambar bentuk. Dengan demikian sekolah perlu menyediakan tempat atau area yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas.
KAJIAN BENTUK ESTETIKA LANDAK (LUMBUNG PADI) DESA SALUKANAN KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG Muh Utomo B; Andi Baetal Mukaddas; Irsan Kadir
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/fbpmh768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk estetika, makna, dan fungsi landak yang terdapat di Desa Salukanan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berupaya memberikan gambaran objektif berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan beberapa narasumber, serta dokumentasi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landak terbagi atas tiga bagian utama, yaitu ulu landak (atap) yang menggunakan bahan alang- alang dan seng, kale landak (badan), serta aje’ landak (kaki atau tiang) yang terbuat dari kayu pohon banga yang diolah menjadi papan dan tiang. Landak juga mengandung makna simbolik yang tercermin dalam rangkaian ritual, mulai dari proses penebangan pohon banga yang diawali dengan pemotongan beberapa ekor ayam hingga pengangkatan badan landak ke atas tiang, yang seluruhnya dipimpin oleh orang yang dituakan atau disebut pande. Secara fungsional, landak digunakan sebagai tempat penyimpanan padi hasil panen masyarakat yang dapat bertahan hingga puluhan tahun, sehingga dapat dimanfaatkan saat terjadi gagal panen maupun pada pelaksanaan pesta adat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGGAMBAR BENTUK PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 6 MAKASSAR Jasman; Sukarman; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2016): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/webh7868

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Makassar. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Makassar yang berjumlah 32 orang pada tahun pelajaran 2018–2019. Penelitian dilaksanakan selama empat kali pertemuan dan menggunakan dua siklus pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas belajar siswa yang dilaksanakan pada setiap proses pembelajaran berlangsung, serta melalui tes hasil belajar yang diberikan pada akhir setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) mampu meningkatkan keterampilan menggambar bentuk siswa. Hal tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan persentase ketuntasan keterampilan menggambar bentuk dari siklus I sebesar 68,53% menjadi 81,83% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) efektif dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Makassar