Penelitian ini membahas terkait eksistensi kerajinan bosara berbahan daun lontar di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus potensi ekonomi lokal. Bosara merupakan wadah tradisional khas masyarakat Bugis-Makassar yang digunakan dalam berbagai upacara adat. Dalam konteks ini, keberadaan kerajinan bosara dari daun lontar tidak hanya mencerminkan nilai kultural, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan melalui pelatihan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan dan dokumentasi. Meskipun dihadapkan pada tantangan akses pasar, kerajinan ini tetap bertahan melalui regenerasi keterampilan dan adaptasi pada selera konsumen. Upaya diversifikasi produk dan pemanfaatan media digital dinilai mampu memperkuat posisi bosara sebagai komoditas kerajinan yang memiliki daya saing. Eksistensi bosara tidak hanya memperlihatkan ketangguhan tradisi lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di wilayah pedesaan
Copyrights © 2021