Meisar Ashari
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PROSES BERKARYA SENI KALIGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN STYROFOAM PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2 BONTOALA MAKASSAR Harisal; Meisar Ashari; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 2 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/nkz65686

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses yang dilakukan dalam berkarya seni kaligrafi menggunakan bahan styrofoam pada siswa kels XI SMK 2 bontoala makassar. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang " Proses Berkarya Seni Kaligrafi Dengan Menggunakan Bahan Styrofoam Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan melakukan pengamatan secara langsung. Penganalisian data dilakukan dengan cara yaitu hasil observasi, wawancara, dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dan interpretasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian- bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. selanjutnya yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses berkarya seni kaligrafi dengan menggunakan bahan styrofoam pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar telah menunjukkan kreatipitas sisa dalam berkarya seni kaligrafi sederhana memiliki makna yang sebenarnya.
PROSES PEMBELAJARAN SENI KRIYA LOGAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIVEMEN DEVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VIII A MTs. MUHAMMADIYAH LEMPANGANG KABUPATEN GOWA fidayati; Benny Subiantoro; meisar ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 2 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vekd1w09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah secara umum untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran seni kriya logam pada mata pelajaran seni budaya pada siswa Kelas VIII A MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa dalam membuat seni kriya logam dengan menggunakan teknik timbul.Penelitian ini merupakan strategi belajar mengajar yang bertujuan untuk menentukan semangat dan memotivasi belajar siswa dan mengembangkan kreativitas belajar siswa dalam berkarya seni kriya logam dan dapat mendorong siswa belajar secara sistematis. Penelitian ini dilakukan di MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa di Kelas VIII A dengan jumlah 1 Kelas, dengan siswa sebanyak 30 orang, sampel 30 orang. Menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif.Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran kriya logam melalui model pembelajaran Student Team Achivemen Division (STAD) pada siswa Kelas VIII A MTs. Muhammadiyah Lempangang Kabupaten Gowa dalam membuat seni kriya logam sudah lumayan baik dari 30 orang yang terdiri dari lima kelompok dan tiga kelompok yang paling baik dari cara mendesainnya maupun sampai proses penyelesaian dan itu menunjukkan bahwa mereka sangat termotivasi dalam membuat seni kriya logam. Namun disisi lain masih ada sebagian dua kelompok yang belum terlalu berani dan tidak terlalu mengerti dalam proses pembuatan kriya logam dan siswa merasa kesulitan dalam proses pemindahan desain kertas A4 ke permukaan logam.
PROSES PEMBELAJARAN MENGGAMBAR FLORA MENGGUNAKAN PENSIL PADA SISWA KELAS X DI MA SYEKH YUSUF SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Astri Hendrawati; meisar ashari; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j6dbzc80

Abstract

dan mendeskripsikan secara jelas tentang Proses Pembelajaran Menggambar Flora Menggunakan Pensil Pada Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan yang jelas, terperinci, dan terpercaya dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran menggambar flora mengetahui tingkat kesulitan dan nilai estetika dalam pembelajaran menggambar flora. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 10 dan sampel 10 orang tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), tes praktik dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa dalam hal pembelajaran Menggambar Flora siswa MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
STUDI BENTUK MAKAM SULTAN HASANUDDIN DI KOMPLEKS MAKAM RAJA-RAJA GOWA Akbar Tanjung; Meisar Ashari; Irsan Kadir
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 1 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/m3dw9h71

Abstract

Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang Studi Bentuk Makam Sultan Hasanuddin Di Desa Katangka Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penganalisasian data dilakukan dengan cara yaitu hasil observasi (pengamatan), wawancara (interview), dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran. Berdasarkan hasil penelitian tentang Studi Bentuk Makam Sultan Hasanuddin Di Desa Katangka Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.hasil penelitian yang diperoleh data sebagai berikut: 1) Bentuk Makam Sultan Hasanuddin Di Kompleks Makam Raja-Raja Gowa, Bentuk adalah wujud dari apa yang tampak dan dapat diamati dengan indera penglihatan. Struktur atau susunan bangunan makam sultan hasanuddin yang berada di kompleks makam raja-raja gowa adalah aspek atau unsur-unsur visual yang menyangkut keseluruhan dari bangunan tersebut yang di tata dengan sedemikian rupa, yang menhasilkan suatu struksur konstruksi yang menghasilkan keutuhan bentuk atau hubungan yang bermakna antar bagian sehingga tercipta suatu keseimbangan yang sama halnya dengan bangunan-banguan lainnya, 2) Makna Bentuk Makam Sultan Hasanuddin Di Kompleks Makam Raja-Raja Gowa, makna itu bersifat relasional, dan segala sesuatu baru bermakna karena adanya suatu relasi yang di lekatkannya atau dimaknainya. hubungan ini dapat bersifat tersurat maupun tersirat tetapi dengan satu atau lain cara hubungan itu pasti ada. diajukan saran-saran sebagai berikut: 1) Kepada masyarakat dan pemerintah, khususnya masyarakat setempat agar tetap menjaga kelestarian peninggalan sejarah supaya masyarakat kita dapat mengapresiasi karya berupa peninggalan sejarah. 2) Kepada Dinas dokumentasi dan publikasi balai pelestarian cagar budaya Sulawsi Selatan, kiranya situs makam Sultan Hasanuddin di kompleks makam raja-raja Gowa dapat di lestarikan dan dilindungi sebagai mana situs peninggalan lainnya, serta menggalang penulisan dan menginventariskan agar masayrakat dapat mengetaui pungsi dan makna yang terkandung dalam situs peningggalan tersebut.
MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP HASANUDDIN GOWA DALAM MENGGAMBAR ILUSTRASI TEKNIK POINTILIS Andi Nurafifah; Benny Subiantoro; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 1 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/p576q442

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindak Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Hasanuddin Gowa dengan jumlah siswa 33 orang, terdiri atas 12 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Menggambar ilustrasi dengan menggunakan teknik pointilis, dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII B SMP Hasanuddin Gowa. Hal ini berdasarkan hasil penilaian pada kondisi awal mengenai kreativitas siswa menunjukkan aspek fluency 30,71%, aspek flexibility 27,5%, aspek elaboration 30,71%, aspek Originality 30,44%, sehingga skor rata- rata keseluruhan 30,44% ( kriteria kurang). Selanjutnya pada siklus I aspek fluency 60,35%, flexibility 46,21%, elaboration 52,14%, Originality 60%sehingga skor rata-rata sebesar 54,67% ( kriteria cukup). Kemudian pada siklus II aspek  fluency 79,28%,  flexibility 82,5%,  elaboration 81,78%, Originality 81,07%, sehingga skor rata-rata keseluruhan sebesar 81,15% (kriteria sangat baik). Penelitian dihentikan pada siklus II karena dudah memenuhi kriteria keberhasilan >81%, (2) Meningkatnya kreativitas hasil karya siswa pada kondisi awal hingga siklus II. Peneliti menyimpulkan bahwa, Menggambar ilustrasi dengan menggunakan teknik pointilis dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII B SMP Hasanuddin Gowa.
PROSES MENGGAMBAR BENTUK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LUAR RUANGAN PADA SISWA KELAS VII.D SMP PALANGGA GOWA Ernawati Abu Bakar; Andi Baetal Mukaddas; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 1 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/p2czaf53

Abstract

Pembelajaran seni rupa dalam dunia pendidikan merupakan salah satu sarana dan media yang bisa digunakan untuk mengembangkan keterampilan anak. Baik dengan cara mengenali dan melatih kemampuan psikomotorik diri anak maupun dengan menggali bakat yang sudah dimiliki sebagai sumber kemampuan individu yang perlu diolah dan dilatih secara terus-menerus agar keterampilan pada diri anak menjadi berkembang dengan pesat. Siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Palangga dalam mata pelajaran seni rupa khususnya pembelajaran menggambar bentuk menunjukkan hasil yang belum maksimal. Hal itu dikarenakan pembelajaran yang selama ini diterapkan kurang sesuai dan tidak tepat sasaran sehingga tujuan pembelajaran yang ingin dicapai tidak dapat terlaksana  dengan baik. Oleh karena itu, peneliti dan guru mata pelajaran seni rupa bekerja sama dalam mengembangkan inovasi pembelajaran melalui pengembangan pembelajaran outdoor atau di luar ruangan, serta denganpengembangan strategi pembelajaran yanglebih tepat sasaran. Manfaat dari penelitian ini di antaranya adalah (1) hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi guru mata pelajaran seni rupa sebagai masukan dan arahan terhadap proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di kelas, (2) bahan pertimbangan bagi sekolah untuk memperhatikan pentingnya pembelajaran seni rupa agar lebik baik sesuai dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, (3) masukan bagi pendidik dalam meningkatkan kemampuan siswa menguasai pelajaran seni rupa.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik Deskriptif kualitatif. Hasil pembelajaran menggambar bentuk pada siswa kelas VII D SMP Negeri 5 Palangga, berdasarkan hasil nilai pada aspek penilaian menggambar bentuk yang meliputi aspek kesesuaian bentuk (ide/gagasan,kreativitas, komposisi, gaya perseorangan dan tehnik dan wujud). Saran yang dapat diberikan kepada pendidik adalah pembelajaran menggambar bentuk melalui pembelajaran di luar ruangan perlu dissemination atau penyebaran pada kelasatau sekolah lain. Guru mata pelajaran seni rupa dapat mengaplikasikan pembelajaran diluar ruangan di kelas atau di sekolah lain sebagai alternatif dalam pembelajaran menggambar bentuk. Dengan demikian sekolah perlu menyediakan tempat atau area yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas.
PROSES PEMBELAJARAN MENGGAMBAR FLORA MENGGUNAKAN PENSIL PADA SISWA KELAS X DI MA SYEKH YUSUF SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Astri Hendrawati; Meisar Ashari; Makmun
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/xd90bq78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara jelas tentang Proses Pembelajaran Menggambar Flora Menggunakan Pensil Pada Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan yang jelas, terperinci, dan terpercaya dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran menggambar flora mengetahui tingkat kesulitan dan nilai estetika dalam pembelajaran menggambar flora. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 10 dan sampel 10 orang tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), tes praktik dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa dalam hal pembelajaran Menggambar Flora siswa MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
PROSES PEMBUATAN MINIATUR BADIK DARI LIMBAH KAYU PADA SISWA KELAS X IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 UNISMUH MAKASSAR Muh. Azizan; Meisar Ashari; Irsan Kadir
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sz8gc161

Abstract

Penelitian ini membahas proses pembuatan miniatur badik dari limbah kayu sebagai media berkarya di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses pembuatan serta kualitas hasil karya miniatur badik siswa kelas X IPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 36 siswa tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes praktik, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses peringkasan, pengelompokan, pemeriksaan, dan penafsiran data. Hasil penelitian memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai proses berkarya serta kualitas hasil karya miniatur badik yang dihasilkan oleh siswa kelas X IPA SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.
STUDI ESTETIKA BENTUK MASJID TUA KATANGKA KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Nuristiqamah; Meisar Ashari; Irsan Kadir
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/r9c6g645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara jelas tentang estetika dan makna bentuk masjid tua Katangka Kabupaten Gowa provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Subjek dalam penelitian ini adalah masjid tua katangka. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya, dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambarn yang jelas, benar dan lengkap mengenai estetika dan makna bentuk masjid tua katangka yang terletak di Jalan Syeh Yusuf, Desa Katangka Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
EKSISTENSI SENI GRAFFITI DI JALAN SULTAN ALAUDDIN IV KOTA MAKASSAR Sawal Markus; Moh Thamrin Mappalahere; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2018): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/bpac1b78

Abstract

Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang Eksisistensi Seni Graffiti di Jalan Sultan Alauddin IV Kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Eksistensi dan Nilai Estetik Seni Graffiti yang ada di Jalan Sultan Alauddin IV Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif, penganalisasian data dilakukan dengan cara yaitu hasil observasi, dokumentasi (foto), wawancara (interview), dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dan interaksi analisi karya dengan merangkum data yang dianggap penting, kemudian di susun menjadi bagian-bagian untuk di periksa kebenaranya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Observasi berjumlah lebih dari 5 buah karya Seni Graffiti yang ada di Jalan Sultan Alauddin IV Kota Makassar. Selanjutnya yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 4 buah karya Seni Graffiti yang ada di Jalan Sultan Alauddin IV Kota Makassar. Bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganilisa dan mengartikan makna dari objek yang diteliti berdasarkan fakta dilapangan. Berdasarkan hasil penelitian tentang Eksistensi Seni Graffiti di Jalan Sultan Alauddin IV Kota Makassar, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa susunan/struktur yang menjadi kekurangan dari seni Graffiti yang ada di Jalan Sultan Alauddin IV ini karena masih seragam, pengaruh copy paste, sekalipun karya ini memang cukup bagus. Suasana, gagasan, dan pesan, seni Graffiti harusnya merespon suasana lingkingun, tetapi Seni Graffiti di Jalan Sultan Alauddin IV ini tidak merespon suasana lingkungan yang mungkin masih dilandasi dengan ekspresi personal. Dalam hal pesan juga hanya tahap ekspresi estetik saja tidak ada pesan yang disampaikan aka tetapi hanya identitas personal, dan identitas kelompok. Untuk itu disarankan kepada semua unsur yang terkait dan khususnya generasi muda diharapkan agar selanjutnya senantiasa berkarya dengan tetap menjadikan budaya lokal yang pantas untuk dipertahankan melalui karya seni, khususnya Seni Graffiti