Sarung deko (tenun ikat) merupakan salah satu kerajinan tradisional masyarakat Maumere yang dikerjakan oleh kaum perempuan sebagai warisan leluhur sekaligus sumber mata pencaharian. Kain tenun ikat tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan sandang, tetapi juga memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat Maumere. Penelitian ini mengkaji alat dan bahan, proses pembuatan, serta nilai estetika tenun ikat Maumere dengan menggunakan teori fungsi simbol dan makna simbol. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan tenun ikat masih dilakukan secara tradisional dengan teknik yang diwariskan secara turun-temurun. Tenun ikat Maumere menghasilkan tiga bentuk utama, yaitu kain selendang, sarung, dan selimut, yang mengandung nilai spiritual, politis, serta sosial-ekonomis, sekaligus berfungsi sebagai simbol budaya masyarakat Maumere
Copyrights © 2019