Penelitian ini mengkaji inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengintegrasikan teknologi digital dan kearifan lokal Minangkabau di tingkat Sekolah Menengah Atas. Latar belakang penelitian didasarkan pada tantangan era Revolusi Industri 4.0 yang mengikis nilai-nilai karakter dan kearifan lokal peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sintesis literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kearifan lokal Minangkabau seperti Sumbang Duo Baleh, Kato Nan Ampek, petatah-petitih, dan tradisi surau memiliki keselarasan kuat dengan ajaran Islam melalui filosofi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK); (2) teknologi digital berupa media video, buku digital, e-modul, dan platform media sosial terbukti valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran terintegrasi; (3) integrasi dapat dilakukan melalui pendekatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pemanfaatan teknologi sebagai media penyampaian; (4) tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, kompetensi guru, dan ketersediaan bahan ajar terintegrasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran PAI yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik di era digital. Kata Kunci: inovasi pembelajaran; pendidikan agama Islam; teknologi digital; kearifan lokal; Minangkabau
Copyrights © 2026