Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensi Sumbang Duo Baleh dalam Membentuk Karakter Anak Perempuan Minangkabau di Era Media Sosial Novialdi; Sesra Budio; Octarina, Rizqa; Mutia Mawaddah Rohmah
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Sumbang Duo Baleh dalam membentuk karakter anak perempuan Minangkabau di era media sosial. Sumbang Duo Baleh merupakan salah satu kearifan lokal Minangkabau yang berisi dua belas bentuk larangan atau batasan perilaku yang dipandang tidak sesuai dengan nilai kesopanan, etika, dan martabat perempuan Minangkabau. Dalam konteks kehidupan modern, khususnya di era media sosial, nilai-nilai Sumbang Duo Baleh menghadapi tantangan baru karena anak perempuan semakin aktif mengekspresikan diri melalui ruang digital. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan aktualisasi diri, tetapi juga dapat memengaruhi pola pikir, gaya bahasa, cara berpakaian, interaksi sosial, serta pembentukan karakter anak perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas media sosial, wawancara, dan telaah dokumentasi yang berkaitan dengan perilaku anak perempuan Minangkabau dalam ruang digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sumbang Duo Baleh masih memiliki eksistensi penting sebagai pedoman moral dan etika dalam membentuk karakter anak perempuan Minangkabau. Nilai-nilai seperti menjaga ucapan, sikap, pergaulan, cara berpakaian, dan kehormatan diri tetap relevan untuk membangun karakter santun, malu, bijaksana, bertanggung jawab, dan berakhlak. Namun, media sosial menghadirkan tantangan berupa menurunnya kontrol sosial, kebebasan berekspresi yang berlebihan, budaya ikut-ikutan, serta melemahnya pemahaman terhadap nilai adat. Oleh karena itu, internalisasi Sumbang Duo Baleh perlu dilakukan secara kontekstual melalui pendidikan keluarga, adat, sekolah, dan literasi digital agar nilai budaya Minangkabau tetap hidup dan selaras dengan perkembangan zaman.