Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pembelajaran Bahasa Jawa dalam meningkatkan kesadaran budaya siswa di SMP Negeri 9 Purwokerto, khususnya pada kelas 7A. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dan observasi untuk memahami pandangan dan pengalaman siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menganggap pelajaran Bahasa Jawa penting dalam pelestarian budaya lokal, meskipun mereka menghadapi tantangan ketika berusaha menggunakan Bahasa Jawa formal (Krama) di dalam konteks kelas, terutama jika mereka lebih akrab dengan dialek daerah (Ngoko) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemahaman siswa tentang norma etika berbahasa dan aksara Jawa menjadi elemen menarik yang mendorong minat belajar mereka. Penelitian merekomendasikan agar metode pengajaran dikembangkan menjadi lebih interaktif dan kontekstual, termasuk penggunaan teknologi dan media kreatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Dengan demikian, pelajaran Bahasa Jawa diharapkan tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal siswa sebagai generasi penerus.
Copyrights © 2024