Musik populer tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media ekspresi budaya dan cerminan nilai-nilai sosial masyarakat. Lagu, sebagai bentuk sastra modern, mengandung tanda-tanda linguistik yang dapat dikaji melalui analisis semiotika untuk menyingkap makna di baliknya. Penelitian berjudul “Representasi Makna Cinta dalam Lagu Arab Bikilma Meenak dan Lagu Indonesia Buih Jadi Permadani: Kajian Semiotika Roland Barthes dalam Perspektif Sastra Bandingan” ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana makna cinta direpresentasikan melalui tiga tingkatan makna semiotik Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) serta membandingkan perwujudannya dalam konteks budaya Arab dan Melayu-Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil analisis menunjukkan bahwa Bikilma Meenak merepresentasikan cinta sebagai bentuk pengabdian spiritual, sedangkan Buih Jadi Permadani menampilkan cinta sebagai simbol pengorbanan dan kesetiaan. Pada tataran mitos, budaya Arab menonjolkan nilai kepasrahan dan spiritualitas, sementara budaya Melayu-Indonesia menekankan keikhlasan serta moralitas cinta sebagai wujud kemurnian perasaan.
Copyrights © 2025