Sastra Bali klasik merupakan sumber pengetahuan peradaban yang kaya, namun pembedahan maknanya sering kali terbatas pada metode kualitatif manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi frekuensi kata dalam korpus sastra Bali klasik menggunakan pendekatan Computational Linguistics. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan tahapan text preprocessing yang meliputi tokenization, stopword removal, dan stemming. Analisis data dilakukan dengan menerapkan Hukum Zipf untuk melihat distribusi leksikal serta analisis N-Gram untuk mengidentifikasi kolokasi kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kata dalam sastra Bali klasik secara konsisten mengikuti Hukum Zipf, dengan dominasi signifikan pada kosakata religius dan filosofis seperti dharma, hyang, dan atma. Selain itu, ditemukan pola kolokasi yang bersifat formulaic yang mencerminkan ketatnya aturan puitika tradisional. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi ribuan kosakata arkais yang penting bagi revitalisasi bahasa. Implikasi dari penelitian ini adalah tersedianya fondasi data korpus untuk pengembangan teknologi bahasa Bali masa depan, seperti mesin penerjemah otomatis dan filologi digital.
Copyrights © 2024