JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA
Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama

Adat Sayur Matua Dalam Budaya Batak Simalungun (Kajian Semiotika)

Defi Oftafiya Saragih (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia)
Marlina Agkris Tambunan (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia)
Junifer Siregar (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia)
Jumaria Sirait (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia)
Immanuel Doclas Belmondo Silitonga (Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Indonesia)



Article Info

Publish Date
12 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Adat Sayur Matua dalam Budaya Batak Simalungun (Studi Semiotik). Adat Sayur Matua dalam Budaya Batak Simalungun merupakan upacara penghormatan tertinggi bagi individu yang meninggal dalam keadaan sempurna (telah menikahkan semua anak-anaknya dan melihat cucu-cucunya), yang melambangkan kesempurnaan hidup dan kemenangan spiritual yang dirayakan dengan sukacita. Melalui teori semiotik Peirce, upacara ini dianalisis sebagai sistem tanda yang kaya, di mana berbagai unsur ritual seperti kain duka, musik gual, dan tarian tor-tor sombah berfungsi sebagai Representamen (tanda). Elemen-elemen ini diklasifikasikan sebagai Ikon (kemiripan fisik dengan status), Indeks (hubungan sebab-akibat yang menunjukkan tingkat upacara), dan terutama Simbol (konvensi budaya nilai-nilai), yang secara kolektif merujuk pada Objek dalam bentuk status sosial mulia almarhum dan nilai-nilai budaya mulia Simalungun. Interpretasi (Interpretant) yang muncul dari rangkaian tanda-tanda ini merupakan penegasan kembali nilai-nilai tanggung jawab, solidaritas kekerabatan, dan penghormatan terhadap leluhur, menjadikannya media komunikasi budaya yang efektif untuk meneruskan filosofi "Habonaron Do Bona Bona" (Kebenaran adalah dasar).

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

PSSA

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Other

Description

JURNAL PENDIDIKAN, SAINS SOSIAL, DAN AGAMA is a double-blind peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing research articles focusses on: 1. Teaching method 2. Instructional methods 3. Instructional strategy 4. Instructional materials development 5. Experiment, ...