Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dan pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration) pada siswa sekolah dasar. Kajian ini dilakukan melalui telaah terhadap sembilan artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2022–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan STEAM secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan abad ke-21, terutama ketika dikombinasikan dengan model Project-Based Learning (PjBL). Integrasi keduanya menciptakan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata. Melalui implementasi STEAM, siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam menganalisis permasalahan, mengembangkan kreativitas dalam menemukan solusi, berkomunikasi secara efektif, serta berkolaborasi dalam tim. Pendekatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar, rasa ingin tahu, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi. Namun demikian, keberhasilan implementasinya masih dipengaruhi oleh faktor kompetensi guru, ketersediaan infrastruktur, serta dukungan kebijakan pendidikan yang memadai. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru dan penyediaan fasilitas pendukung menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penerapan STEAM di sekolah dasar.
Copyrights © 2026