Masyarakat pada lokus menerapkan praktik budidaya perikanan berkelanjutan, sehingga penilaian kualitas air menjadi sangat penting untuk menjaga sistem budidaya ikan yang efektif dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara parameter kualitas air dan populasi plankton di kolam budidaya ikan lele. Penelitian ini menggunakan desain survei pada dua jenis kolam, yaitu kolam benih dan kolam dewasa. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, kekeruhan, salinitas, dan pH, sedangkan komunitas plankton dievaluasi berdasarkan kelompok dominan dalam ekosistem perairan, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Struktur komunitas plankton dianalisis dengan fokus pada kelompok dominan, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Analisis korelasi Spearman-rank digunakan untuk menilai hubungan antara variabel lingkungan dan dinamika plankton. Hasil menunjukkan bahwa beberapa faktor lingkungan secara signifikan memengaruhi distribusi plankton. Secara khusus, salinitas berkorelasi positif dengan Alga Hijau (r = 0,786, p = 0,021) dan Daphnia (r = 0,762, p = 0,028) di kolam remaja. Sebaliknya, di kolam dewasa, peningkatan kekeruhan berdampak negatif terhadap Alga Hijau (r = -0,875, p = 0,004) dan Daphnia (r = -0,913, p = 0,002). Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan, khususnya terkait salinitas dan kekeruhan, berpotensi memengaruhi struktur komunitas plankton yang sangat penting bagi jaring makanan ikan lele. Kata kunci: ikan lele dumbo, parameter kualitas air, kolam ikan, komunitas plankton
Copyrights © 2026