Struktur atap baja busur (curved roof) pada bangunan perkantoran publik di kawasan pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap kombinasi aksi iklim ekstrem, khususnya gaya angkat angin (uplift wind load) dan beban genangan air hujan (ponding load). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter pembebanan angin dan hujan pada perancangan atap baja busur galvalume Gedung Perkantoran Publik di Sorong, Papua Barat Daya, berdasarkan standar ASCE 7-16 dan SNI 1727:2020. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif berbasis kaji ulang dokumen perancangan teknis (desk review) tanpa melakukan pemodelan ulang aplikasi. Evaluasi difokuskan pada ketaatan kriteria eksposur, kalkulasi tekanan velositas dasar (qh), koefisien tekanan net (Cpnet), intensitas beban genangan hujan, serta keandalan elemen sekunder dan sambungan tumpuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lokasi pesisir menetapkan Kategori Eksposur C dengan kecepatan angin rencana 120 km/jam (33,33 m/s), yang menghasilkan tekanan velositas qh sebesar 694,86 N/m². Geometri melengkung memicu dominasi gaya angkat (uplift) pada seluruh permukaan atap dengan tekanan desain puncak sebesar -519,75 N/m² (Cpnet = -0,88). Sementara itu, kriteria beban hujan genangan ditetapkan sebesar 50 kg/m² (0,49 kN/m²) pada lantai dek dan 92 kg/m (0,90 kN/m) pada rangka atap busur. Seluruh aksi pembebanan terbukti terakomodasi secara aman, ditunjukkan oleh stress ratio maksimum rangka pipa utama sebesar 0,728 (<1,0), rasio interaksi gording CNP 150×50×20×3,2 sebesar 0,405 (<1,0), serta keandalan angkur baseplate Ø16 mm dengan panjang tanam 300 mm. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa penetapan parameter pembebanan pada dokumen perencanaan eksisting telah memenuhi tingkat keselamatan rekayasa (engineering safety margin) dan ketaatan terhadap regulasi SNI 1727:2020.
Copyrights © 2026