Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran Bahasa Indonesia di SLBN Dharma Wanita Kota Bogor dalam konteks pendidikan inklusif menggunakan pendekatan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Dengan desain studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru senior dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi konteks, keberagaman karakteristik siswa seperti tunagrahita, autisme, dan cerebral palsy menuntut strategi pembelajaran yang sangat adaptif dan terpersonalisasi. Dimensi input menampilkan keterbatasan infrastruktur dan jumlah guru, tetapi diimbangi dengan kreativitas guru dalam memodifikasi kurikulum, menggunakan media visual, dan menerapkan pendekatan translanguaging. Dimensi proses memperlihatkan dinamika kelas inklusif yang kompleks karena pembelajaran berlangsung secara fleksibel dengan metode ceramah sederhana, bercerita, serta evaluasi berbasis lisan dan visual. Pada dimensi produk, capaian siswa bersifat fungsional, seperti kemampuan menyimak, merespons pertanyaan sederhana, dan menyampaikan kebutuhan secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia di ruang inklusi tidak hanya ditentukan oleh standar akademik konvensional, melainkan oleh pencapaian komunikasi fungsional dan perkembangan kemandirian siswa. Temuan ini berkontribusi terhadap penguatan kajian linguistik terapan inklusif dan memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan serta praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan khusus.
Copyrights © 2025