Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan opini publik pada pemberitaan aksi demonstrasi di Pati tahun 2025 melalui media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis dinamika penyebaran informasi, peran media sosial, serta pembentukan opini publik berdasarkan perspektif teori agenda setting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah pola distribusi informasi, di mana informasi awal lebih banyak berasal dari masyarakat, konten kreator, dan berbagai platform digital, sedangkan media arus utama berperan dalam melakukan verifikasi dan penguatan informasi. Selain itu, opini publik terbentuk melalui interaksi antara framing media, aktivitas konten kreator, algoritma platform, dan respons emosional masyarakat, sehingga isu kenaikan pajak di Pati berkembang menjadi perhatian nasional. Berdasarkan teori agenda setting, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga menentukan isu yang dianggap penting oleh masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat literasi digital memengaruhi proses pembentukan opini publik, karena masih banyak masyarakat yang belum melakukan verifikasi informasi secara menyeluruh sehingga berpotensi menghasilkan persepsi yang kurang utuh. Dengan demikian, media sosial memiliki peran yang sangat dominan dalam membentuk opini publik sebagai penyebar informasi, penguat isu, sekaligus ruang interaksi publik yang dinamis pada kasus demonstrasi Pati tahun 2025
Copyrights © 2026