Latar Belakang: Program taklim berbasis mentoring agama Islam telah dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) sebagai kurikulum tersembunyi untuk membina perkembangan spiritual mahasiswa. Sejak tahun 2022, ditambahkan kegiatan intensif Revolusi Taqwa 7.0 berupa i’tikaf di masjid selama 1–3 hari yang bertujuan memperkuat tujuh dimensi kesehatan holistik (7R). Bukti empiris mengenai manfaat tambahan kegiatan tersebut masih terbatas. Tujuan: Mengevaluasi manfaat tambahan kegiatan Revolusi Taqwa 7.0 terhadap capaian kesehatan holistik 7R mahasiswa FK UII dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya mengikuti taklim rutin. Metode: Survei kuantitatif dengan desain komparatif dua kelompok pada 14 mahasiswa pre-klinik FK UII (kelompok intervensi, n=9; kelompok kontrol, n=5). Instrumen Kuesioner Sehat 7R (49 butir, skala Likert 1–4; Cronbach α=0,82) mengukur tujuh dimensi kesehatan. Perbandingan proporsi kategori sehat menggunakan uji eksak Fisher; perbandingan skor dimensi dilaporkan secara deskriptif. Hasil: Proporsi kategori sehat 7R “baik” pada kelompok intervensi sebesar 88,9% dibandingkan 80,0% pada kelompok kontrol (beda risiko 8,9 poin; IK95% −31,7 hingga 49,5; p=1,00). Skor dimensi Ruhani (88 vs 83) dan Relasi (85 vs 80) lebih tinggi pada kelompok intervensi (Cohen d=0,83), diikuti dimensi lain yang meningkat 2–4 poin; dimensi Rezeki tidak berbeda (75 vs 75). Kesimpulan: Kegiatan Revolusi Taqwa 7.0 menunjukkan kecenderungan manfaat tambahan terhadap kesehatan holistik, terutama dimensi spiritual dan sosial, meskipun belum signifikan secara statistik karena ukuran sampel kecil. Diperlukan studi lanjutan dengan sampel lebih besar, pengukuran baseline, dan evaluasi jangka panjang. Kata kunci: Taklim; revolusi taqwa; dimensi 7R; kesehatan holistik; mahasiswa kedokteran; rihlah spiritual
Copyrights © 2026