Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Maggot Sebagai Media Pengurai Sampah Organik Rachmanto, Deny; Aufa, Hikari; Maulana, Muhammad Arfan; Aviani, Rachma; Pertiwi, Suci Diah; Rozy, Fahrur; Burhan, Muhamad Shohibul; Maharani, Rara Eva; Wardhani, Adjie Kesuma; Sunardi, Sunardi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.81.1319

Abstract

The organic waste problem in RW 08 Warungboto has become a pressing environmental issue, marked by a continuously increasing volume and suboptimal management. This Community Service Program aims to address this issue through the socialization of maggot (Black Soldier Fly larva) utilization as an organic waste decomposition medium. The methods used include designing maggot cage tailored to local conditions and needs, interactive socialization with practitioners from the Jogja Maggot Cage Community covering the benefits of maggots, simple cultivation techniques, and the utilization of by-products (kasgot) as fish feed, interactive discussions, and activity evaluation. The output of this socialization is an increased awareness and interest in maggot cultivation as an organic waste management solution, as well as an understanding of the utilization of kasgot as valuable fish feed. Additionally, the resulting maggot cage design provides a practical guide for the community to independently build maggot cages, thereby facilitating the implementation of maggot cultivation at the household level. This program is expected to encourage the widespread application of maggot cultivation in RW 08 Warungboto, thus contributing to better organic waste management and a healthier environment. Furthermore, it is expected to create a collective awareness within the community about the importance of sustainable waste management. Beyond ecological benefits, this program also provides opportunities for the community to develop maggot-based small and medium enterprises, which can become a source of additional income. The successful implementation in RW 08 Warungboto is expected to serve as a model that can be adopted by other communities, expanding its positive impact in improving the quality of life and economic resilience of the community
Survei Komparatif Manfaat Revolusi Taqwa 7.0 terhadap Kesehatan Holistik 7R Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Akhmad, Syaefudin; Suwarno, Tri; Prihermansyah, Endra; Maulana, Muhammad Arfan
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan kedokteran di lingkungan perguruan tinggi Islam mengemban beban akademik dan spiritual yang tinggi, di mana mahasiswa rentan mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan kelelahan emosional (burnout). Intervensi yang mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam kurikulum menjadi krusial untuk memperkuat resiliensi dan pembentukan karakter mahasiswa. Tujuan: Mengevaluasi manfaat tambahan kegiatan Revolusi Taqwa 7.0 terhadap capaian kesehatan holistik 7R mahasiswa FK UII dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya mengikuti taklim rutin. Metode: Studi kuantitatif dengan desain komparatif dua kelompok dilakukan pada mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Subjek analisis utama terdiri atas 14 responden yang terbagi secara proporsional menjadi kelompok intervensi (n = 9; mentoring rutin ditambah Revolusi Taqwa 7.0) dan kelompok kontrol (n = 5; mentoring rutin saja). Capaian kesehatan diukur menggunakan Kuesioner Sehat 7R (49 butir, skala Likert 1–4, ditransformasikan ke skala 0–100). Perbedaan proporsi kategori kesehatan antar kelompok dianalisis menggunakan uji eksak Fisher (Fisher's exact test), sedangkan skor per dimensi dianalisis secara deskriptif beserta ukuran efeknya (Cohen's d). Hasil: Proporsi kategori sehat 7R “baik” pada kelompok intervensi sebesar 88,9% dibandingkan 80,0% pada kelompok kontrol (beda risiko 8,9 poin; IK95% −31,7 hingga 49,5; p=1,00). Skor dimensi Ruhani (88 dan 83) dan Relasi (85 dan 80) lebih tinggi pada kelompok intervensi (Cohen d=0,83), Peningkatan moderat terjadi pada dimensi Rasa (+4), Rasio (+4), Rezim (+3), dan Raga (+2), sementara dimensi Rezeki bernilai konstan (75 dan 75). Kesimpulan: Program Revolusi Taqwa 7.0 menunjukkan kecenderungan positif dalam mengoptimalkan kesehatan holistik mahasiswa kedokteran, khususnya pada dimensi spiritual dan sosial. Meskipun hasil statistik uji eksak Fisher belum mencapai signifikansi akibat keterbatasan ukuran sampel studi pilot, temuan ini memberikan bukti awal yang mendukung perlunya integrasi retret spiritual terstruktur dalam kurikulum pendidikan kedokteran Kata kunci: Taklim; revolusi taqwa; dimensi 7R; kesehatan holistik; mahasiswa kedokteran; rihlah spiritual