Latar Belakang: Pendidikan kedokteran di lingkungan perguruan tinggi Islam mengemban beban akademik dan spiritual yang tinggi, di mana mahasiswa rentan mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan kelelahan emosional (burnout). Intervensi yang mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam kurikulum menjadi krusial untuk memperkuat resiliensi dan pembentukan karakter mahasiswa. Tujuan: Mengevaluasi manfaat tambahan kegiatan Revolusi Taqwa 7.0 terhadap capaian kesehatan holistik 7R mahasiswa FK UII dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya mengikuti taklim rutin. Metode: Studi kuantitatif dengan desain komparatif dua kelompok dilakukan pada mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Subjek analisis utama terdiri atas 14 responden yang terbagi secara proporsional menjadi kelompok intervensi (n = 9; mentoring rutin ditambah Revolusi Taqwa 7.0) dan kelompok kontrol (n = 5; mentoring rutin saja). Capaian kesehatan diukur menggunakan Kuesioner Sehat 7R (49 butir, skala Likert 1–4, ditransformasikan ke skala 0–100). Perbedaan proporsi kategori kesehatan antar kelompok dianalisis menggunakan uji eksak Fisher (Fisher's exact test), sedangkan skor per dimensi dianalisis secara deskriptif beserta ukuran efeknya (Cohen's d). Hasil: Proporsi kategori sehat 7R “baik” pada kelompok intervensi sebesar 88,9% dibandingkan 80,0% pada kelompok kontrol (beda risiko 8,9 poin; IK95% −31,7 hingga 49,5; p=1,00). Skor dimensi Ruhani (88 dan 83) dan Relasi (85 dan 80) lebih tinggi pada kelompok intervensi (Cohen d=0,83), Peningkatan moderat terjadi pada dimensi Rasa (+4), Rasio (+4), Rezim (+3), dan Raga (+2), sementara dimensi Rezeki bernilai konstan (75 dan 75). Kesimpulan: Program Revolusi Taqwa 7.0 menunjukkan kecenderungan positif dalam mengoptimalkan kesehatan holistik mahasiswa kedokteran, khususnya pada dimensi spiritual dan sosial. Meskipun hasil statistik uji eksak Fisher belum mencapai signifikansi akibat keterbatasan ukuran sampel studi pilot, temuan ini memberikan bukti awal yang mendukung perlunya integrasi retret spiritual terstruktur dalam kurikulum pendidikan kedokteran Kata kunci: Taklim; revolusi taqwa; dimensi 7R; kesehatan holistik; mahasiswa kedokteran; rihlah spiritual