Fenomena dependensi terhadap pengasuh pengganti (babysitter) dalam struktur keluarga modern menghadirkan tantangan signifikan terhadap perkembangan sosiosemosional anak. Masa prasekolah merupakan periode kritis neuroperkembangan yang ditandai dengan asimetri maturasi antara sistem limbik yang reaktif dan korteks prefrontal yang belum matang, sehingga menciptakan kerentanan terhadap temper tantrum. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai mekanisme neurobiologis dan psikososial pola pengasuhan babysitter dalam memengaruhi regulasi emosi anak. Pembahasan mencakup peran insecure attachment dan stres toksik akibat ketidakkonsistenan gaya pengasuhan antara orang tua dan pengasuh pengganti, yang dapat mengaktivasi aksis Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) secara kronis. Melalui perspektif Social Learning Theory, anak melakukan modeling terhadap respons emosional pengasuh, sehingga caregiver strain pada babysitter berkontribusi langsung terhadap persistensi tantrum. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya sinkronisasi pola pengasuhan dan psikoedukasi terstruktur bagi pengasuh pengganti sebagai bentuk intervensi preventif terhadap tantrum patologis dan gangguan regulasi emosi di masa depan Kata kunci: babysitter; pola pengasuhan; regulasi emosi; temper tantrum; anak prasekolah.
Copyrights © 2026