Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelayanan Kesehatan Gratis Untuk Warga Lanjut Usia Di Desa Kurahan Annisa, Viviane; Henityastama, Milinian Tree Multi; Wibowo, Rizky; Ariansyah, Damas Baik; Febrina, Binta Setya; Nugroho, Arie; Muhammad, Hasman Zhafiri; Rebia, Rina Afiani; Tuti Hidayah; Bella Novita Muktiari
Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (LDPM UCY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jnajpm.v9i2.2531

Abstract

This community service activity was carried out in Kurahan Village, Sidoarum Village, Godean District, Sleman Regency, with a focus on the elderly with an age range of 40 to 70 years who are a vulnerable group that often faces various chronic health problems such as diabetes, hypertension, heart disease, mobility disorders, and mental health. Given the importance of access to health for the elderly, who are often constrained by economic, transportation, and information factors, this activity aims to provide accessible and quality health services. This activity involves a medical team consisting of orthopedic specialists, mental health specialists, and pharmacists. This health check service includes consultation, health checks, and the provision of free medicines. The number of participants who participated was 85 participants, consisting of 66 women and 19 men. The results of the activity showed high enthusiasm from the community, where most participants were satisfied or very satisfied with the services provided. This activity not only met the participation target but also succeeded in increasing the awareness of the elderly to be more proactive in maintaining their health. This was evidenced by the commitment of the participants to conduct routine health checks, visit the clinic if sick, follow a healthy lifestyle, and comply with recommendations to take medication regularly.
Bobot Peran Vitamin D Dalam Tatalaksana Depresi Pada Pasien Dengan Covid-19 : Sebuah Tinjauan Pustaka Febrina, Binta Setya
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art15

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah meningkatkan kejadian depresi di berbagai negara, dengan permasalahan kesehatan mental yang semakin menjadi perhatian utama. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian depresi adalah kekurangan vitamin D, yang dikenal dapat memengaruhi kesehatan mental, termasuk potensi pencegahan depresi pada pasien COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan studi pustaka yang dilakukan dengan menelusuri literatur dari berbagai sumber online antara Juni 2021 hingga Oktober 2021. Sumber literatur yang digunakan termasuk PubMed dan Google Scholar, dengan kata kunci yang berhubungan dengan vitamin D, depresi, dan pandemi COVID-19. Studi ini mencakup artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan.Hasil: Kekurangan vitamin D di tubuh dapat memperburuk gejala depresi pada pasien COVID-19. Vitamin D berperan penting dalam mekanisme biologi di otak, termasuk metabolisme serotonin yang memengaruhi perkembangan gejala depresi. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dapat mengurangi gejala depresi pada pasien COVID-19 dan berpotensi meningkatkan efektivitas terapi antidepresan.Simpulan: Vitamin D memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanggulangan depresi pada pasien COVID-19. Suplementasi vitamin D, terutama pada pasien dengan kekurangan, dapat membantu meringankan gejala depresi dan mempercepat pemulihan pasien COVID-19.Kata kunci: Vitamin D, depresi, COVID-19, suplementasi, kesehatan mental.
Instrumen Screening Burnout pada Mahasiswa Kedokteran: Sebuah Tinjauan Pustaka Wahdini, Ade Indah; Febrina, Binta Setya
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burnout merupakan sindrom psikologis akibat respons terhadap stres kronis yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran, dengan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik, mental, dan performa akademik. Identifikasi dini melalui penggunaan instrumen screening yang valid dan reliabel sangat penting untuk mencegah konsekuensi buruk tersebut, seperti keinginan bunuh diri dan penurunan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan instrumen screening yang tepat untuk mendeteksi burnout pada populasi mahasiswa kedokteran. Berdasarkan penelusuran literatur, terdapat tiga instrumen utama yang sering digunakan dan diadaptasi untuk mahasiswa, yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS), Copenhagen Burnout Inventory-Student Version (CBI-S), dan Oldenburg Burnout Inventory-Student Version (OLBI-S). MBI-SS merupakan instrumen yang paling luas penggunaannya, mengukur tiga dimensi yaitu kelelahan (exhaustion), sinisme (cynicism), dan efikasi diri (professional efficacy). Sementara itu, CBI-S berfokus pada inti fenomena kelelahan fisik dan psikologis, dan OLBI-S menilai dimensi kelelahan serta pelepasan diri (disengagement) dari pekerjaan atau studi. Pemilihan instrumen yang tepat sangat krusial sebagai langkah identifikasi awal agar tatalaksana dan intervensi yang sesuai dapat segera diberikan.