Penelitian ini menyajikan studi optimasi pada investasi pembangunan pembangkit listrik, dengan fokus pada tiga sumber energi: Diesel, Photovoltaic, dan Mikrohidro. Penelitian ini mengeksplorasi strategi optimal untuk investasi unit pembangkit listrik, dengan mempertimbangkan aspek tekno-ekonomi dari masing-masing sumber energi. Studi ini menggunakan Integer Programming (IP) sebagai metode untuk menemukan solusi optimal untuk aktivasi pembangkit listrik, dengan mempertimbangkan jumlah unit pembangkit listrik yang perlu diinvestasikan.Penelitian ini membahas optimasi konfigurasi dari ketiga sumber energi dalam memenuhi kebutuhan listrik dengan biaya investasi paling minimal dengan mempertimbangkan biaya Operasi dan Perawatan, serta biaya bahan bakar. Studi ini juga meneliti potensi pembangkit listrik tenaga air skala kecil (Mikrohidro), dengan menekankan pada rendahnya emisi gas rumah kaca dan investasi yang signifikan yang diperlukan untuk pembangunannya.Makalah ini diakhiri dengan diskusi komprehensif mengenai strategi optimasi untuk berinvestasi pada pembangkit listrik ini, yang memberikan tambahan pengetahuan bagi para pemangku kepentingan di sektor energi. hasil simulasi Biaya investasi paling minimal untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 1,25 MW dengan biaya Rp. 153.928.000.000,-. Rincian masing-masing unit pembangkit adalah pembangkit Diesel sebanyak 10 Unit masing – masing berkapasitas 250kW, Pembangkit PV sebanyak 7 modul masing – masing berkapasitas 0.169kWp, Pembangkit Mikrohidro sebanyak 7 lokasi masing – masing berkapasitas 15kW.
Copyrights © 2026