Stabilitas merupakan salah satu aspek penting dalam pengoperasian sistem tenaga listrik. Dinamika osilasi yang terjadi akibat gangguan pada sistem tenaga listrik yang saling terhubung dapat menyebabkan ketidakstabilan apabila tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan sistem kendali terdesentralisasi mampu meningkatkan stabilitas sistem tenaga listrik berskala besar. Namun demikian, pada kondisi sistem yang bersifat non-linear masih dapat muncul osilasi frekuensi rendah yang berpotensi mengganggu kestabilan sistem. Penelitian ini mengusulkan optimalisasi sistem kendali terdesentralisasi dengan menambahkan parameter kecepatan sudut rotor serta mengintegrasikan Power System Stabilizer (PSS) untuk meningkatkan kemampuan redaman osilasi sistem. Sistem kendali terdesentralisasi memanfaatkan data dari Phasor Measurement Unit (PMU) dan Dynamic State Estimator (DSE), sedangkan PSS menghasilkan sinyal redaman tambahan melalui Automatic Voltage Regulator (AVR). Metode yang diusulkan bertujuan untuk meredam osilasi frekuensi rendah pada rentang 0,2–3 Hz serta meningkatkan stabilitas dinamik dan stabilitas transien sistem tenaga listrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi sistem kendali terdesentralisasi dan PSS mampu meningkatkan kemampuan redaman osilasi serta menjaga kestabilan sistem tenaga listrik ketika terjadi gangguan.
Copyrights © 2026