Fenomena quiet quitting menggambarkan kondisi pegawai yang bekerja hanya sesuai dengan deskripsi formal tanpa keterlibatan lebih lanjut, sehingga dapat menurunkan kinerja organisasi. Salah satu faktor yang memengaruhi quiet quitting adalah kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap quiet quitting pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 408 PNS aktif berusia 18–60 tahun. Instrumen penelitian meliputi job satisfaction survey (Spector, 1985) dan quiet quitting scale (Galanis, 2023) yang mencakup aspek pelepasan diri, kurangnya inisiatif, dan motivasi rendah. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan kepuasan kerja terhadap quiet quitting (p < 0,05) dengan koefisien regresi -0,323. Kepuasan kerja menjelaskan 40,7% variasi quiet quitting. Penelitian menyimpulkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja, semakin rendah kecenderungan quiet quitting pada PNS di Makassar.
Copyrights © 2026