Keberlanjutan finansial rumah sakit menjadi tantangan strategis di tengah volatilitas harga, gangguan rantai pasok, dan meningkatnya tuntutan efisiensi pelayanan kesehatan. Tata kelola pengadaan barang dan jasa berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya digitalisasi, dan lemahnya pengawasan internal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi tata kelola pengadaan barang dan jasa dalam menjaga sustainabilitas finansial rumah sakit. Penelitian menggunakan metode literature review dengan sumber data sekunder yang diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, Scopus, ResearchGate, serta dokumen resmi dari World Health Organization. Seleksi literatur dilakukan pada artikel full text berbahasa Indonesia dan Inggris periode 2020–2026, sehingga diperoleh sembilan artikel yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan e-procurement, e-catalogue, kontrol internal berbasis digital, optimalisasi manajemen persediaan, dan realokasi anggaran adaptif mampu meningkatkan efisiensi biaya, transparansi, dan akuntabilitas pengadaan, yang ditunjukkan oleh peningkatan rasio efektivitas keuangan dari 81,02% menjadi 118,49% serta penurunan rasio inefisiensi dari 112,21% menjadi 81,10%. Namun, keterbatasan SDM bersertifikat, rendahnya optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, dan perencanaan logistik yang belum terintegrasi masih menjadi hambatan utama. Kesimpulannya integrasi teknologi digital, penguatan kompetensi SDM, dan pengawasan internal yang berkelanjutan merupakan strategi utama dalam menjaga sustainabilitas finansial rumah sakit.
Copyrights © 2026