Program literasi berbasis empat keterampilan berbahasa dalam kompetisi bahasa diterapkan di MI dan MTs Al Azhar Pulau Sugara untuk mengatasi rendahnya minat baca dan kemampuan analitis siswa. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari empat tahapan utama: perencanaan, sosialisasi dan sosio-edukasi, pelaksanaan kompetisi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil program menunjukkan bahwa kompetisi bahasa ini efektif menjadi katalisator dalam menstimulasi minat siswa terhadap keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara komprehensif. Pendekatan ini berhasil meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan memanfaatkan konten berbasis kearifan lokal serta menerapkan diferensiasi fokus antara jenjang MI dan MTs. Meskipun terdapat kendala keterbatasan bahan bacaan dan akses digital, madrasah berhasil mengatasinya melalui optimalisasi perpustakaan dan strategi guru sebagai role model. Secara keseluruhan, program ini berhasil mengubah budaya madrasah dari pasif-informatif menjadi aktif-literat. Program ini disarankan untuk dijadikan sebagai agenda rutin tahunan dalam kalender akademik madrasah.
Copyrights © 2026